VIVI YUNIKA

-Sekelumit Kisah di Antara Lautan Manusia-

Peran Penting Program ISA dari HACKTIV8 untuk Programmer: Belajar Sekarang, Bayar di Masa Mendatang!

Mar 27, 2020 | Blog Competition

Hanya Secuil Kisah yang Akan Menjadi Sejarah

 

Impian Masa Lalu

“Apa cita-citamu?”

sumber: freepik.com

Sejak dulu, saat mendapatkan pertanyaan tersebut, saya selalu merasa bingung. Pasalnya, saya tak tahu apa karier yang tepat bagi saya. Jika ditanya hobi apa, saya ya sukanya menulis dan menyanyi. Memangnya ada, ya, sarjana kepenulisan dan pervokalan? Paling-paling, mentok di jurusan sastra dan musik. Atau mungkin juga ada, tetapi letaknya tak di Indonesia.

Selain menyanyi dan menulis, saya juga suka membaca. Pilihan saya tak jauh dari hal-hal berbau teknologi. Bahkan, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah memiliki blog pribadi dan belajar HTML. Padahal, sekolah saya tak punya pelajaran komputer sama sekali. Ketika duduk di bangku SMP, berhubung nilai pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) saya memuaskan, guru saya pun meminta saya mengikuti olimpiade komputer tingkat SMA.

 

“Apa? Kamu bersaing dengan anak SMA di olimpiade? Hasilnya bagaimana?”

Ya, bisa dipastikan, hasilnya saya kalah. Saya tak lolos ke tingkat provinsi. Tentu saja, saat itu pengetahuan saya tentang coding masih nol besar. Meskipun begitu, semua ada hikmahnya. Selepas ‘icip-icip’ ikut olimpiade, saya pun mulai memikirkan masa depan saya: apa sebaiknya saya kuliah IT saja?

 

Pada Akhirnya ….

Lulus dari SMP, saya pun menguatkan tekad untuk masuk SMA jurusan IPA. Teman-teman saya bertanya, penasaran mengapa saya tak masuk sekolah kejuruan bidang komputer. Alasan saya simpel. Saya hanya ingin mengikuti olimpiade tersebut lagi (olimpiade tersebut hanya dapat diikuti anak SMA, namun tidak bagi SMK), meraih medali, dan bisa lolos SNMPTN di perguruan tinggi favorit bidang ilmu komputer.

Saat kelas 11, saya kembali mengikuti olimpiade yang diselenggarakan tahunan tersebut. Saya berhasil meraih peringkat pertama olimpiade komputer tingkat Kota Pontianak. Walaupun pada akhirnya saya hanya berhasil meraih peringkat lima tingkat provinsi dan tak lolos ke nasional, saya kembali mendapat pengalaman baru tentang dunia coding.

Bisa ditebak, impian saya masuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada akhirnya tak tercapai. Hal tersebut tak lantas membuat cita-cita saya jadi bad ending. Saya tetap bisa lolos SBMPTN di satu-satunya universitas negeri di Kalimantan Barat, jurusan informatika. Cita-cita saya menjadi programmer pun semakin dekat.

 

Satu Kejadian yang Mengubah Semuanya

Saat memasuki awal perkuliahan, saya dan teman-teman sekelas ‘dipaksa’ dosen untuk mengikuti lomba start up, berkaitan dengan bidang IT. Dari puluhan ribu orang yang diseleksi, saya bisa meraih peringkat tiga nasional mewakili universitas. Sayangnya, pada saat yang bersamaan, mendadak kondisi kesehatan saya memburuk.

Saya terkena kanker.

Karena sakit, saya pun tak dapat lagi berkuliah. Saya menjalani serangkaian proses kemoterapi demi membunuh semua sel kanker di tubuh. Kuliah pun terbengkalai. Impian untuk lulus cum laude dalam waktu 3,5 tahun pun amblas. Saya lantas berpikir, akankah saya masih bisa mengasah kemampuan saya di bidang teknologi?

“Tenang, Vi. Kamu bisa kok tetap belajar IT tanpa harus kuliah.”

Entah mendapat pencerahan dari mana, saya pun jadi semangat kembali. Memang benar, kata orang, mengikuti kuliah sarjana bukan satu-satunya jalan agar kita dapat mahir dalam programming. Asalkan kita mau belajar, pasti akan ada jalan bagi kita untuk berkembang. Tak ada kata terlambat untuk memulai. Semua orang punya kesempatan yang sama. Untungnya, saat ini saya telah dinyatakan bersih dari sel kanker. Saya pun berjuang kembali menata hidup saya. Meski tak sempurna, namun selalu ada kesempatan lain yang datang.

 

Kamu Tipe Mana?

Autodidak

autodidak

sumber: idntimes.com

Ada sebagian orang yang mampu mempelajari sesuatu walau tanpa bimbingan langsung dari guru. Banyak orang mengatakan bahwa programming adalah hal yang dapat dipelajari secara autodidak. Artinya, kita hanya belajar secara mandiri dengan modal buku dan internet. Trial and error banyak terjadi di sini. Jika bingung, tak ada tempat bagi kita untuk mencurahkan isi hati, kecuali grup programmer autodidak yang kamu ikuti di media sosial.

Perguruan Tinggi

sumber: tribunnews.com

Kamu jauh lebih beruntung daripada teman-temanmu yang lain, yang hanya mempelajari programming sendirian. Di perguruan tinggi, kamu belajar dari nol, berjuang bersama-sama teman senasib sepenanggungan lainnya. Tidak hanya belajar soal coding, kamu juga harus mendalami materi-materi lain yang berkaitan dengan IT. Semua kamu lahap paling cepat dalam waktu 3,5 tahun. Malah, kadang-kadang bisa molor hingga 7 tahun! Namun, semua terbayarkan saat kamu berhasil meraih titel sarjana komputer.

Kursus

sumber: swa.co.id

Kursus atau les menjadi solusi bagi sebagian besar orang. Ada alasan tertentu mengapa akhirnya orang-orang lebih memilih kursus dibandingkan belajar programming di perguruan tinggi maupun autodidak. Ada yang memiliki pola pikir bahwa mahir programming tak harus melalui jalur pendidikan formal. Ada pula yang memilih kursus karena dapat mengatur waktu dengan lebih baik. Selain itu, berbeda dari jalur pendidikan formal yang diukur dengan nilai, kursus lebih menuntun siswanya untuk benar-benar memahami suatu materi hingga bisa. Ketika lulus, bukannya ijazah, peserta mendapatkan sertifikat.

 

“Aku mau kursus, tapi bingung mau di mana ….”

Ada banyak tempat kursus programming yang bertebaran di Indonesia. Kita tentu perlu memilih tempat terbaik agar tak menyia-nyiakan waktu dan uang. Terlebih lagi, semakin baik tempat kursus yang kita pilih, semakin besar pula kemungkinan kita untuk berkembang dalam dunia programming lebih cepat. Hal ini tak lepas dari tenaga didik profesional dan kurikulum yang padat. Kita pun bisa mahir coding dalam waktu singkat.

 

HACKTIV8, Solusi Belajar Pemrograman

Tak kenal maka tak sayang, itulah kata pepatah. Apa sobat sudah pernah mendengar tentang HACKTIV8? Jika tidak, maka apakah sobat tahu tentang coding bootcamp? Jika jawabannya adalah ‘ya’, maka pengertian HACKTIV8 jadi sederhana: HACKTIV8 adalah coding bootcamp.

sumber: coursereport.coms

Coding bootcamp merupakan suatu program pelatihan yang mengajarkan keterampilan tertentu, dalam hal ini adalah keterampilan coding. Coding bootcamp menjadi tempat bagi kita untuk belajar pemrograman dengan intens bersama tenaga didik yang sudah difokuskan untuk melatih siswa secara singkat, padat, dan jelas. Kita pun belajar bersama murid-murid lainnya yang punya tujuan sama: bisa programming dalam waktu singkat.

sumber: hackbrightacademy

HACKTIV8 menjadi tempat pelatihan siswa untuk mendalami programming. Tersedia beberapa pilihan program mulai dari  Full Time Program, Part Time Program, hingga Hybrid Program. Asal sobat ketahui, HACKTIV8 adalah cooding bootcamp pertama se-Asia yang bergabung dengan CIRR (Council on Integrity in Results Reporting). Bergabungnya HACKTIV8 dengan CIRR menjadi langkah yang patut diacungi jempol, sebab sejalan dengan visi dan misi HACKTIV8. Dengan bergabung bersama CIRR, HACKTIV8 pun dapat memberi laporan kelulusan yang akurat serta jujur.

 

“Jadi, HACKTIV8 Itu Tempat Kursus? Harganya Selangit, Dong?”

Berhubung HACKTIV8 memiliki beberapa program, maka rentang harga kursusnya bervariasi. Sebut saja yang termurah, yakni biaya program Front End Web Development Basic di Surabaya yang dibanderol Rp5.000.000,00 hingga program Full Stack Javascript seharga Rp40.000.000,00 (saat artikel ini ditulis, harga program ini didiskon 25% menjadi Rp30.000.000,00).

Bagi sebagian orang, mengikuti kursus pemrograman memang membutuhkan biaya yang tidak murah. Kita sebagai peserta didik harus menggelontorkan dana jutaan rupiah untuk sesi pembelajaran yang cukup singkat. Andaikan kita memiliki dana pun, apa tidak sayang, mengeluarkan uang sebegitu banyaknya?

“Tenang, HACKTIV8 Punya Program ISA!”

ISA? Apa itu Program ISA?

ISA, kependekan dari Income Share Agreement, merupakan sebuah perjanjian bagi hasil. Baik individu hingga organisasi, dapat menjadi penyedia layanan ISA. Pihak tersebut memberikan sejumlah uang atau pelatihan kepada penerima program tersebut. Penerima program tak perlu membayar sepeser pun dahulu. Barulah nanti jika peserta sudah lulus program dan mendapat kerja, peserta akan membayar sang penyelenggara.

sumber: hacktiv8.com (dengan pengeditan)

Pada program ISA dari HACKTIV8 ini, kita akan melakukan pembayaran setelah selesai belajar dan mendapat pekerjaan. Program ini sudah banyak diterapkan di universitas luar negeri. Selain itu, banyak pula kursus keterampilan yang menggunakan ISA sebagai bentuk perjanjiannya.

Mengapa ISA Menjadi Inovasi yang Penting di Dunia Pendidikan?

Program ISA bisa dibilang cukup baru di Indonesia. Belum banyak pihak yang berani menggelontorkan sejumlah dana maupun fasilitas terlebih dahulu untuk nantinya meraup keuntungan. Bisa dibilang, ISA merupakan program yang kurang berisiko secara finansial bagi para calon pesertanya. Hal ini dikarenakan peserta tak membutuhkan modal dana.

Akan tetapi, HACKTIV8 berbeda. HACKTIV8 menjadi pelopor coding bootcamp di Indonesia yang berani menyelenggarakan program ISA. Dengan adanya program ini, ada banyak keuntungan yang didapat oleh kedua belah pihak. Karena biaya baru dibayarkan setelah peserta memiliki pendapatan, maka secara tidak langsung program ISA mengurangi jumlah warga yang tidak terdidik di bidang pemrograman. Warga pun semakin dimudahkan untuk memiliki skill yang dapat membuatnya survive di lingkungan pekerjaan.

Alasan Mengapa Kita Harus Memilih ISA

Pertama, ISA memberikan asuransi dan melindungi siswa dari kerugian. Saat mendaftar program ISA, siswa dan penyelenggara mengadakan suatu perjanjian. Perjanjian tersebut berisi tentang kriteria dan syarat-syarat pembayaran kembali yang dilakukan siswa ke penyelenggara, dalam hal ini pada HACKTIV8. Perjanjian diatur sedemikian rupa agar menguntungkan kedua belah pihak.

Kedua, dengan adanya ISA, siswa tak perlu kerepotan mencari dana untuk membayar terlebih dahulu. Ingat, program ISA memberikan dana atau pendidikan terlebih dahulu. Barulah nanti siswa akan membayar kembali. Jadi, tak ada lagi istilah pendidikan hanya bisa didapatkan oleh siswa berduit. Begitu juga, siswa tak perlu pusing memikirkan biaya di sela-sela pembelajaran, sehingga siswa pun menjadi lebih fokus.

Ketiga, program ISA dari HACKTIV8 tidak hanya memberi pengajaran, tetapi juga membantu peserta didik agar segera memperoleh pekerjaan. Win-win solution. Tujuan kita belajar, tentu ingin mendapat pekerjaan, bukan? Sementara itu, semakin cepat kita bisa berkarier, maka HACKTIV8 pun akan semakin cepat dibayar oleh kita. Dengan begitu, perputaran uang menjadi lebih cepat. Hacktiv8 pun dapat menggunakan dana untuk memperluas organisasinya.

 

Mekanisme ISA

Dengan adanya ISA, kita tidak perlu membayar uang kursus di muka. Pertama-tama, kita harus menyetujui dahulu perjanjian ISA dengan pihak kursus, dalam hal ini adalah HACKTIV8. Jika sudah melakukan perjanjian, maka kita resmi menjadi murid. Kita pun dapat menerima pelajaran programming dengan kurikulum padat yang telah diatur sedemikian rupa.

Usai meraup semua ilmu yang diberikan HACKTIV8, maka kita juga dibantu agar mudah mendapatkan pekerjaan. Setelah bekerja, maka barulah kita akan membayar pihak HACKTIV8. Bayaran ini juga sudah disesuaikan dengan perjanjian, jadi jangan takut jika uang kita diambil sepenuhnya. Tentu tidak! Kita bukan kerja rodi. Jadi, tak ada yang namanya rugi.

ISA ini diibaratkan dengan istilah ‘pinjaman ilmu’. Jadi, tanpa perlu membayar terlebih dahulu, kita akan menerima ilmu dan skill coding dari HACKTIV8. Ilmu ini akan menjadi perbekalan kita dalam mencari pekerjaan. ISA ini jauh lebih menguntungkan daripada kelas reguler. Pada kelas reguler, kita diwajibkan membayar dahulu. Artinya, kita sudah harus memiliki modal materi. Sementara itu, melalui ISA, kita hanya butuh modal otak dan niat.

 

ISA di HACKTIV8

Saat ini, HACKTIV8 menyediakan ISA khusus untuk program Full Stack JavaScript. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita bisa mengikuti program tersebut tanpa perlu membayar biaya apa pun sebelumnya. Sistemnya, usai lulus dari HACKTIV8, kita akan dibantu mendapatkan pekerjaan. HACKTIV8 akan menghubungkan kita dengan lebih dari 200 pihak baik korporasi maupun organisasi yang bekerja sama dengan HACKTIV8.

Ketika sudah bekerja, kita akan membayar kembali HACKTIV8 selama 24 bulan dengan nominal yang sudah ditentukan (tidak lebih dari 1.5 kali harga asli program). Keuntungannya, nominal yang dibagikan akan menyesuaikan dengan gaji yang kita dapatkan. Artinya, kita tidak perlu membayar jika sedang tidak punya pendapatan.

Hal ini tentu sangat membantu bagi pekerja lepas atau freelancer di bidang pemrograman. Kita tak perlu dipusingkan dengan bayar-membayar. Akan tetapi, kita juga tak bisa serta-merta menjadi ‘kacang lupa kulit’. Jangan sampai sudah punya penghasilan, tetapi tidak mau membayar. Ingat, program ISA diperkuat dengan perjanjian yang sah di mata hukum.

 

Bagaimana ISA Bisa Membantu Karier Programmer?

Dunia pemrograman selalu berkembang seiring waktu. Jika hari ini, ada teknologi A, maka sebut saja tak sampai beberapa tahun, bahkan hanya beberapa bulan, muncul lagi teknologi yang baru. Bahasa pemrograman bisa pula diperbarui sedemikian rupa dengan fitur yang lebih kompleks. Kita sebagai seseorang yang memutuskan berkecimpung di dunia programming perlu untuk selalu meningkatkan dan mengasah kemampuan yang dimiliki.

Dengan adanya program ISA, kita dapat meningkatkan kemampuan diri tanpa perlu dibebani biaya terlebih dahulu. Dengan begitu, skill serta knowledge yang kita miliki pun akan terus bertambah. Programmer pun bisa menjadi lebih sejahtera dengan adanya ketentuan “Belajar duluan, bayar belakangan.”

 

Syarat Menjadi Siswa di HACKTIV8

Program ISA terdengar begitu menarik. Tentu kita semua bertanya-tanya, apa saja persyaratan yang harus dipenuhi agar kita dapat mengikuti program ini? Banyak yang penasaran, apakah yang mengikuti program ini hanya yang masih muda, ataukah harus punya skill dasar, atau juga berdomisili di tempat tertentu.

Ternyata, untuk menjadi bagian dari siswa ISA HACKTIV8, caranya tak muluk-muluk. Ada beberapa syarat teknis dan ada pula syarat yang relatif, yakni berasal dari kemampuan dan kemauan diri sendiri.

Syarat utama dan yang terpenting, semua siswa HACKTIV8 wajib untuk tinggal di Jakarta selama program ini berlangsung. Hal ini dikarenakan pembelajaran HACKTIV8 mengusung sistem tatap muka, sehingga mau tak mau raga kita juga harus berada di tempat tersebut. Bukan berarti warga yang tidak berdomisili di Jakarta tidak dapat berpartisipasi. Namun, jika berasal dari luar Jakarta, maka kita harus menyiapkan segala keperluan mulai dari tempat tinggal, makan, hingga transportasi terlebih dahulu.

Syarat selanjutnya, kita harus membawa laptop pribadi selama mengikuti fase persiapan. Fase persiapan atau sering disebut juga dengan fase 0 ini merupakan fase awal sebelum pembelajaran tingkat lanjut dimulai. Sementara itu, fasilitas laboratorium dapat digunakan jika kita sudah tiba di fase immersive. Membawa laptop pribadi sebenarnya menjadi hal yang cukup penting. Kita dapat menyimpan data-data pembelajaran dengan lebih leluasa. Bagi yang tidak memiliki laptop pribadi, jangan khawatir. Untuk mengakalinya, kita bisa meminjam milik sanak saudara, teman, dan yang lainnya.

Beberapa syarat penting lainnya, setiap siswa HACKTIV8 perlu dan harus memiliki kemauan belajar, memiliki motivasi tinggi, dan siap berkomitmen. Tak lupa pula, sebisa mungkin siswa mengasah kemampuan dasar Bahasa Inggrisnya.

Dengan adanya kemauan belajar, kita tentu dapat mengikuti pembelajaran dengan lancar. Bayangkan saja, jika kita tak mau belajar, lalu untuk apa kita mengikuti program di HACKTIV8? Bukankah tujuan kita adalah untuk menguasai pemrograman? Untuk menjadi mahir, kita perlu belajar, belajar, dan belajar. Kita akan bisa karena terbiasa. Semakin sering kita berkutat dengan bahasa pemrograman, maka kita akan semakin ahli. Pemikiran logis pun semakin terlatih.

Kemauan belajar juga sering dihubungkan dengan motivasi yang tinggi. Jika kita mau belajar hari ini, bukan berarti besok kita masih mau belajar. Siapa tahu, mendadak kita jadi malas, menyerah, bahkan bosan. Untuk itulah, kita harus punya motivasi tinggi. Kita punya target, kita mempunyai tujuan. Jangan berhenti di tengah jalan. Kita harus mampu beradaptasi dengan proses pembelajaran di HACKTIV8. Dengan motivasi yang tinggi, kita jadi pantang mundur. Tak ada lagi kata menyerah.

Siap untuk berkomitmen pun tak kalah penting untuk ditanamkan dalam hati kita. Pasalnya, kita sudah menandatangani perjanjian ISA dengan HACKTIV8. Artinya, kita berkomitmen untuk belajar sebaik-baiknya, lalu membayar kembali kebaikan yang telah HACKTIV8 beri kepada kita. Caranya yakni dengan membayarkan sedikit gaji yang kita dapatkan ketika kita sudah diterima bekerja.

Jika sudah memiliki tiga jenis kesiapan hati, tak lupa kita barengi dengan kemampuan diri, yakni kemampuan dasar Bahasa Inggris. Dengan adanya kemampuan berbahasa asing tersebut, kita akan jauh lebih mudah memahami pelajaran dalam pemrograman. Bukannya apa, istilah dalam programming mayoritas menggunakan Bahasa Inggris sebab telah menjadi bahasa internasional. Sebut saja kode-kode tertentu seperti looping yang terdiri dari do while, for, hingga repeat until. Kalau kita tak mengerti bahasa tersebut sama sekali, tentu kita bingung. Apa itu looping? Tetapi, jika kita mengerti, maka kita tahu bahwa looping adalah pengulangan. Artinya, untuk melakukan pengulangan program, kita bisa menggunakan tiga kode di atas.

 

Bermacam-Macam Program di HACKTIV8

Hingga saat ini, HACKTIV8 baru menyediakan program ISA untuk paket belajar Full Stack JavaScript. Akan tetapi, masih banyak program pembelajaran yang menarik dan tentunya bisa mengasah kemampuan kita. Semoga saja, ke depannya HACKTIV8 dapat memperluas jalannya program ISA hingga ke seluruh paket belajar yang disediakan.

Full Stack Program

Full stack developer berarti seorang pengembang program yang menguasai pemrograman back-end serta front-end. Jika pemrograman front-end mengatur seluruh tampilan aplikasi atau website misalnya, maka sebaliknya, bagian back-end mengatur seluruh kode yang membuat aplikasi atau website bisa berjalan dengan sempurna.

Umumnya, full stack developer mengerti tentang banyak hal, mulai dari HTML, CSS, JavaScript, PHP, hingga database. Intinya, full stack developer merupakan manusia berpaket komplet. Artinya, fullstack program yang disediakan oleh HACKTIV8 membuat kita menguasai seluruh daerah pemrograman.

Program pembelajaran full stack di HACKTIV8 membutuhkan waktu 18 minggu untuk diselesaikan. Pertama-tama, kita akan diberi waktu selama 6 minggu untuk masuk ke fase persiapan. Pada fase ini, kita diberi materi berupa dasar programming dan pelajaran logika untuk mengasah kemampuan. Pembelajaran dilakukan hari Senin sampai Jumat pukul 9 pagi hingga 6 sore.

Naik ke level selanjutnya, kita masuk pada fase immersive. Kita akan mempelajari inti sari dari materi programming yang sesungguhnya. Selain mempelajari front-end dan back-end dengan JavaScript, kita pun diasupi oleh materi React & React Native agar mahir membuat aplikasi berbasis mobile. Materi yang padat ini akan dikupas tuntas selama 12 minggu dengan jam belajar Senin sampai Jumat, pukul 9 pagi hingga 6 sore juga.

Untuk full stack program, HACKTIV8 menyediakan 3 kampus sekaligus. Lokasi pertama terletak di Grogol, Kelapa Gading, dan Pondok Indah.

Alamat Kampus HACKTIV8

Pondok Indah: Jalan Sultan Iskandar No. 7, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan
Kelapa Gading: Harton Tower City Hub Artha Gading Kav. Komersial Block D, No. 3, Lt. 6, Jalan Boulevard Artha Gading, Jakarta Utara
Grogol: Central Park, GoWork Central Park Level LG, Jalan Letnan Jendral S. Parman Kav.28, Jakarta Barat

Part Time Program

HACKTIV8 menyediakan berbagai program yang bisa diikuti paruh waktu. Artinya, kita tak perlu menghabiskan waktu seharian untuk belajar di bootcamp. Tentu program ini sangat bermanfaat bagi kita yang beraktivitas padat. Program belajarnya berupa kelas malam maupun di akhir minggu.

Ada sangat banyak program part time di HACKTIV8. Sebut saja mulai dari Agile Scrum (metode rekayasa perangkat lunak dengan menggunakan prinsip kekuatan kolaborasi tim), DevOps (mempelajari praktik pengembangan aplikasi serta tim pengembang agar proses build, test, serta release berlangsung lebih cepat), Front End Basics, Golang (bahasa pemrograman baru yang dibuat oleh Google), Intro to Programming, Intro to Python for Data Science, React and React Native Basics (framework dari JavaScript), React and React Native Intermediate, serta Remote Workshop.

Hybrid Program

Ada solusi bagi yang ingin belajar dengan jauh lebih fleksibel. Caranya adalah dengan mengikuti program hybrid dari HACKTIV8. Kita diberi akses selama 3 bulan untuk pelajaran, serta akses tambahan ke materi program sebanyak 30 hari. Dengan waktu pembelajaran selama 12 minggu, kita bisa berdiskusi secara privat dengan mentor HACKTIV8 yang tentunya sudah berpengalaman.

Ada 3 materi yang bisa kita pilih saat ingin belajar secara hybrid. Materi-materi tersebut antara lain Python for Data Science, React and React Native, serta Web App Development. Kita akan diberi pengenalan awal terhadap bahasa Python, belajar memahami visualisasi data, sekaligus mempelajari machine learning. Ada juga materi pengenalan fundamental React, perkenalan Redux, hingga pendalaman React Native. Semua materi akan disesuaikan dengan kelas yang dipilih.

 

Jadi, Mengapa Harus Memilih Coding Bootcamp ISA di HACKTIV8?

Program ISA HACKTIV8 berperan penting dalam membangun karier seorang programmer di Indonesia. Adanya program ini mematahkan anggapan masyarakat bahwa seorang programmer andal haruslah lulusan sarjana komputer. Bahkan, yang membuat lebih takjub, kalimat seperti “ada uang, ada ilmu,” pun berbalik menjadi “ada ilmu, ada uang.” Itu semua disebabkan karena program ISA memungkinkan kita sebagai peserta didik menerima ilmu terlebih dahulu, baru kemudian ilmu tersebut digunakan dalam pekerjaan.

Menjembatani Korporasi dengan Pencari Kerja

Program ISA HACKTIV8 memberi solusi atas tingginya permintaan kerja di bidang teknologi informasi. Apalagi, saat ini kita telah memasuki era artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan lain sebagainya. Permintaan programmer terus meningkat, sementara itu masyarakat pun banyak yang menaruh bidang pada program ini.

Kini, korporasi pun semakin cerdas dalam memilih calon pekerja. Tidak lagi berdasarkan asal lulusan, tetapi lebih kepada apa saja skill yang dimiliki. Tak ada gunanya teori jika tak bisa dituangkan ke dalam program-program, bukan? Maka dari itu, program ISA HACKTIV8 patut dicoba oleh siapa pun yang tertarik mendalami bidang pemrograman.

Fokus Belajar, Nanti Baru Bayar

Peserta didik fokus untuk belajar tanpa perlu memikirkan biaya. Pembayaran baru dimulai saat kita benar-benar berhasil mendapatkan pekerjaan. Jadi, tak perlu takut dan stres harus segera melunasi biaya edukasi di HACKTIV8. Dengan program ISA ini, tanpa modal, kita pun jadi andal!

Menjamin Pencarian Kerja Peserta Didik

Untuk memudahkan peserta didik, maka HACKTIV8 turut aktif bekerja sama dengan berbagai korporasi. Tak kurang dari 200 hiring partners dapat menjadi calon perusahaan nantinya kita bekerja. Tak perlu khawatir dengan penempatan kerja, tak perlu bingung lagi harus mencari kerja di mana.

Waktu Singkat, Ilmu pun Dapat

Jika belajar di perguruan tinggi, kita akan direcoki dengan berbagai materi. Mulai dari yang benar-benar ingin kita pelajari, hingga remeh-temeh yang sebenarnya kurang kita butuhkan. Belajar melalui program ISA HACKTIV8, kita diberikan pembelajaran dengan materi yang padat dan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Dengan waktu yang singkat, kita bisa memiliki skill yang mumpuni.

Pengajar yang Berpengalaman

Berbeda dari belajar di perguruan tinggi pada umumnya, program ISA HACKTIV8 menyalurkan ilmu melalui tenaga didik yang khusus mengajari peserta bootcamp. Mereka paham betul kondisi di lapangan sebagai developer yang profesional. Oleh karena itu, mereka akan langsung mengajari inti materi yang penting dan sesuai dengan kondisi lingkungan kerja yang akan segera dihadapi para peserta usai lulus.

 

Akhir Kata yang Menjadi Awal Bagi Kita

Pada akhirnya, HACKTIV8 dapat menjadi solusi untuk orang awam yang ingin mendalami programming secara cepat. Tanpa perlu berbasa-basi, materi pada HACKTIV8 dikemas sedemikian rupa sehingga mampu dipahami oleh pemula. From zero to hero, itulah kemampuan programming para lulusan HACKTIV8. Terlebih lagi, dengan adanya program ISA (pembayaran dilakukan setelah siswa mendapat pekerjaan), maka calon programmer pun menjadi sangat terbantu dan tak terbebani lagi dengan yang namanya biaya.

Ini merupakan langkah awal yang sangat positif. HACKTIV8 berani mengambil risiko dengan memberi dahulu ilmu secara cuma-cuma. Meskipun telah banyak diterapkan di negara maju, nyatanya Indonesia belum banyak mengadopsi sistem ISA. Semoga saja HACKTIV8 dapat menjadi pelopor yang baik dan menjadi panutan bagi sistem pendidikan non-formal di Indonesia.

What’s in My Blog?

Day by Day

Yuk, Ikuti Lombanya!

Lomba Blog, Jangan Ketinggalan!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *