-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

[Resensi Lengkap] Ringkasan Buku “Masih Belajar” – Iman Usman

May 1, 2022 | Resensi Buku

Artikel ini berisikan tentang ringkasan lengkap dari buku “Masih Belajar: Menggapai Hidup Bermakna di Usia Muda” yang ditulis oleh Iman Usman. Resensi buku ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada teman-teman. Aku berharap, dengan adanya resensi ini, sobat bisa memutuskan untuk membeli buku ini secara legal dan membacanya, menambah ilmu dan pengetahuan baru.

 

Informasi Buku

Judul: Masih Belajar: Menggapai Hidup Bermakna di Usia Muda
Penulis: Iman Usman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: 224 halaman
ISBN: 978-602-06-2892-9
Kategori: Self Improvement
Harga Pulau Jawa: Rp98.000,00

 

Isi Buku

Buku ini terbagi menjadi 3 bagian utama, antara lain:

  1. Pendahuluan: Siapa Iman?
  2. Bab 1: Sebuah Perspektif
  3. Bab 2: Cerita Iman

 

Pendahuluan: Siapa Iman?

Dari pendahuluan ini, ada beberapa poin penting, antara lain:

  • Iman Usman merupakan pemuda Indonesia yang berhasil mengukir berbagai prestasi. Ia berjiwa progresif, berpandangan luas, visioner, dan peduli pada pendidikan Indonesia.
  • Ia adalah pelajar yang tak henti belajar, sebab kunci pendidik yang baik adalah menjadi orang yang terus menimba ilmu dan berbagi dengan orang lain.
  • Iman Usman dilahirkan pada 21 Desember 1991 di Kota Padang. Meski lahir di kota kecil, ia termotivasi untuk belajar. Kini ia dikenal sebagai tokoh muda berprestasi, penguasaha, pembicara, dan pegiat sosial.

 

Bab 1: Sebuah Perspektif

Pada bab 1, terdapat beberapa sub-bab, antara lain:

  1. The World I Am Living Today
  2. How I Value Life
  3. Choosing The Road Less Travelled
  4. Dealing with Rejections
  5. Titik Balik

Dari bab ini, ada beberapa poin penting, antara lain:

  • Hidup harus ada tujuan, tidak bisa hanya mengalir tanpa arah. Ciptakanlah pengaruh positif.
  • Target Iman Usman, yakni ingin meninggalkan dunia yang ditempati dengan kondisi yang lebih baik dari saat ia datang.
  • Kita akan terasa hidup saat punya harapan.
  • Sekadar menjadi berbeda itu tidak cukup. Kita butuh alasan yang jauh lebih kuat agar bisa konsisten dan bertahan.
  • Mengambil pilihan bukan sekadar menjadi berbeda, bukan sebatas menantang diri, tetapi karena memang pilihan tersebut harus diambil. Mengambil jalan berbeda kerap terasa sepi. Akan tetapi, kita bisa jadi lebih adaptif, terbuka dengan hal baru, tak takut bereksperimen, dan melakukan kesalahan dalam proses.
  • Orang yang pintar akan kalah dari orang rajin dan pekerja keras. Kita harus niat dalam melakukan sesuatu.
  • Ukuran keberhasilan kita bukanlah pencapaian orang lain, tetapi diri kita di masa lampau. Hidup adalah maraton, bukan sekadar sprint.
  • Semakin banyak kita belajar, semakin banyak kita beroleh hasil yang dicapai.
  • Semakin banyak berbagi, maka semakin kita berkembang juga.
  • Kita bertanggung jawab atas hidup kita dan masa depan. Fokus pada bagaimana memberikan yang terbaik dalam setiap aktivitas.
  • Jangan hanya mencari alasan ketika gagal. Gagal justru jadi jalan pembuka agar kita bisa lebih baik. Bertanggung jawablah jika terjadi kegagalan. Hanya karena sekali gagal, bukan berarti akan selalu gagal. Ingat semua hal positif dari hidup.
  • Fokuslah pada hal yang bisa kita kontrol, yaitu tindakan kita. Bangun kebiasaan yang baik. Belajar kenali diri, ingin jadi seperti apa diri kita. Dengan mengenali diri, kita jadi tahu nilai dan tujuan hidup. Kenali juga apa yang kita inginkan, tentukan target dan timeline. Jangan salahkan kondisi, orang lain, atau diri sendiri. Belajarlah untuk jujur dalam mengevaluasi proses belajar kita. Pahami bahwa kita selalu punya pilihan.
  • Bahagia adalah suatu kondisi mental. Jika ada penolakan, terkadang terasa sulit, tetapi syukurilah dan jadikan penolakan sebagai pacuan. Penolakan membuat kita punya value dan integritas agar tak melakukan hal serupa. Penolakan juga membuat kita mencari alternatif solusi dari masalah.
  • Tuhan ingin kita mengalami penolakan agar bisa mencapai kesuksesan. Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kita. Jika hal yang diinginkan belum tercapai, ingatlah mungkin itu memang belum waktunya. Percayalah bahwa waktu Tuhan pasti yang terbaik.
  • Jika terjadi penolakan, maka terimalah. Jangan dipendam sendiri, kita bisa ceritakan kepada orang lain yang dipercaya. Jangan berlarut-larut. Jangan berhenti dan menyerah. Fokus pada diri kita sendiri, jangan terdistraksi oleh pencapaian orang lain.
  • Jangan remehkan apa yang kita miliki saat ini. Setialah pada standar yang kita punya, belajarlah untuk punya standar tinggi pada tiap hal yang kita kerjakan.
  • Banyak-banyaklah bersyukur. Bersyukur adalah sebuah keputusan, bukan datang dari hasil kesuksesan. Ia ada dalam hati kita.

Bab 2: Cerita Iman

Pada bab 2, terdapat beberapa sub-bab, antara lain:

  1. Akar
  2. Batang: Cerita Tentang Pola Pikir; Hasrat Belajar; Kepercayaan Diri; Menetapkan Pilihan; dan Dunia Kuliah
  3. Buah: Cerita Tentang Berbagi; Pilihan Hidup; dan Legacy

Dari bab ini, ada beberapa poin penting, antara lain:

  • Tiga hal yang penting dalam didikan: tanggung jawab, kepercayaan, dan kemandirian.
  • Kita tak bisa hanya menuntut hak tanpa mengerjakan tanggung jawab kita.
  • Kepercayaan adalah hal penting. Mulai dari hal sederhana, seperti tepat janji, datang tepat waktu, menuntaskan hal yang sudah dimulai, dan berusaha terbuka dalam segala situasi.
  • Menjadi mandiri adalah hal penting, sebab kita berusaha sendiri. Akan tetapi, ingat, bukan berarti kita juga tak perlu meminta bantuan orang lain. Jika tak mampu menyelesaikan masalah, mintalah saran dan bantuan. Hal yang terpenting adalah tahu porsinya, kapan harus meminta bantuan.
  • Merantau tidak hanya dilakukan untuk mencari uang, tetapi juga pengalmaan dari lingkungan baru.
  • Perubahan bisa dilakukan siapa pun, tak mengenal umur. Tidak ada alasan kita sudah terlalu tua atau masih terlalu muda.
  • Tumbuh ke atas artinya kita semakin dekat dengan impian. Kita harus mengambil keputusan, tentang apa yang dirasakan, dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan. Berusahalah untuk tetap positif.
  • Kegagalan bukan kondisi permanen. Itu dapat diubah dengan usaha dan kegigihan.
  • Jika orang tua tidak suportif, jangan berlarut dalam argumen berkepanjangan. Utarakan bahwa dukungan mereka sangat penting. Ceritakan visi kita, tunjukkan kita punya rencana matang.
  • Kita perlu memilih siapa yang akan kita dengarkan. Ada orang yang sungguh peduli, ada yang hanya sekadar ingin memberi saran. Bedakan mana yang noise dan substance.
  • Carilah komunitas yang mendukung. Orang yang tumbuh bersama dalam hal positif bisa perform lebih baik.
  • Modal yang kita punya adalah persiapan. Persiapkan segalanya sebaik mungkin.
  • Gugup dan takut bisa terjadi karena ketidakpastian tentang masa depan.
  • Kunci tidak letih dalam menangani organisasi dan lain sebagainya: pastikan ada cinta dan ownership. Bekerja bukan hanya rutinitas, tetapi melayani. Saat diberi tanggung jawab, kita harus bisa diandalkan.
  • Kita perlu menumbuhkan kecintaan pada belajar. Galilah potensi, minat, dan bakat.
  • Ada beberapa tingkatan motivasi seseorang: tidak termotivasi sama sekali, motivasi eksternal (misal agar dapat hadiah), introjected (misal agar orang tua bahagia), identified (misal agar bisa jadi juara), integrated (misal belajar supaya jadi diplomat), dan motivasi intrinsik (datang dari diri sendiri).
  • Sebelum belajar, mulailah menyusun target. Untuk membaca, lakukan skimming, lihat silabus atau daftar isinya, perhatikan bagaimana konsep diaplikasikan. Saat belajar, pecah juga hal besar jadi hal-hal kecil. Latihlah berulang-ulang.
  • Waktu istirahat juga penting. Terapkan waktu istirahat singkat di tengah-tengah belajar.
  • Saat sudah belajar sesuatu, bagikanlah pada orang lain.
  • Biasanya, kita tak percaya diri karena tidak siap. Latihlah dalam kondisi yang mirip dengan kondisi asli yang akan dihadapi.
  • Tips anak daerah bisa bersaing dengan anak kota: perbaiki mindset, jadikan keterbatasan sebagai peluang. Cari alternatif belajar. Jangan jadi katak dalam tempurung, beranggapan bahwa dunia hanya terbatas di domisili.
  • Untuk menetapkan pilihan, kumpulkan informasi sedetail mungkin terlebih dahulu. Pertimbangkan pilihan, baru buat keputusan.
  • Bagi yang baru mau masuk kuliah, cari tahu mata kuliahnya, cari bukunya, cari tahu dosen dan teman baru, riset juga tempat tinggal dan lingkungan yang pas.
  • Jika keinginan kita banyak, maka jangan lupa untuk atur skala prioritas.
  • Berorganisasi bisa menambah pengalaman kita, memperluas jaringan, meningkatkan skills, membangun personal branding, berbagi dengan sekitar, dan lainnya.
  • Ada banyak organisasi yang bisa dipilih. Contohnya organisasi pelajar atau kemahasiswaan, organisasi dengan interest yang sama, maupun organisasi yang menekuni bidang tertentu.
  • Saat memilih organisasi, utamakan kualitas, bukan kuantitas. Kualitas peran kita di organisasi tersebutlah yang penting. Lebih baik punya jabatan tinggi di satu organisasi daripada hanya anggota di berbagai organisasi. Usahakan untuk selalu perform dan buat track record yang baik.
  • Kita tak bisa menyenangkan semua orang, pasti akan ada yang kecewa. Kita hanya bisa berharap semua hal akan tetap baik. Jika hal buruk terjadi, percayalah Tuhan selalu beserta dengan kita.
  • Di masa depan, tentu selalu akan ada masalah. Sebesar apa pun itu, jangan putus harapan.
  • Kita sebagai manusia yang penting adalah cukup, bukan berkelimpahan. Lakukanlah hal yang kita sukai, yang kita bisa, yang dibutuhkan orang, dan yang bisa membuat kita mendapat penghasilan.
  • Jika kita menyukai sesuatu, kita akan terus mempelajarinya. Jika kita terus belajar, maka kita akan semakin mencintai hal tersebut.
  • Seorang partner adalah orang yang punya value sama dengan kita. Value adalah hal mendasar. Salinglah jaga integritas.
  • Jika gagal, percayalah semua akan jadi lebih baik. Kegagalan membuat kita lebih kuat. Cari support system yang baik, seperti keluarga, teman, atau komunitas. Percayalah semua kejadian ada hikmahnya.
  • Jangan tetapkan ukuran sukses untuk anak. Tanamkan nilai hidup yang penting untuk dimiliki kepada mereka. Mereka akan punya nilai dan tujuan hidup sendiri.

Kesimpulan Buku

Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin mengembangkan diri menjadi lebih baik. Ada banyak ilustrasi dan warna di dalam buku yang membuat kita tak bosan membacanya. Terlebih lagi, materi yang dipaparkan cukup padat, berisi pemikiran dari Iman Usman yang sukses dalam berkarier. Akhir kata, buku ini merupakan buku yang tepat untuk menambah wawasan dan sudut pandang kita terkait kehidupan, memotivasi kita.

About Me

Seorang pecinta kata dan nada. Telah berkecimpung di dunia kepenulisan selama 10 tahun. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

Yuk Bantu Aku Sembuh dari Kanker!

Donasi HANYA via rekening:
BNI a.n. Vivi Yunika 0637-207-898
BCA a.n. Vinny Marviani 4971-489-141
Dan melalui link kitabisa.com/bantuvivisembuh Donasi Kanker

Category

Day by Day

Member of:

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.