-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

Kalahkan Pandemi dengan Aset Digital, Buat Bisnis Upgrade Total di Era New Normal

Dec 27, 2020 | Blog Competition

Penghujung Tahun yang Menjadi Awal Baru

Halo teman-teman, apa kabarnya di penghujung tahun 2020 ini? Semoga saja kita semua tetap diberi kesehatan dan kelancaran rezeki, ya. Bukannya apa, tetapi kita tahu sendiri, tahun 2020 berlangsung diwarnai dengan pandemi COVID-19. Terhitung hingga per 27 Desember 2020 ini, sudah lebih dari 713 ribuan orang di Indonesia yang terinfeksi, serta 21 ribu di antaranya harus tutup usia.

Tak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi juga membuat berbagai sektor kehidupan porak-poranda. Perekonomian seluruh dunia terkena imbasnya, tak terkecuali di Indonesia. Bisnis di berbagai segmen harus merugi, bahkan gulung tikar. Bahkan, menilik data dari Kemenkop (Kementerian Koperasi dan  Usaha Kecil Menengah), sebanyak 90% UMKM terkena dampaknya.

Lahir di keluarga yang bertopang hidup dengan cara berwirausaha membuat saya turut merasakan betul apa dampak dari pandemi ini. Orang tua saya sehari-hari bekerja membuka kedai kopi secara offline. Omzet penjualan di era sebelum dan setelah pandemi menurun cukup drastis, meskipun kini perlahan membaik usai memasuki era new normal. Walau terombang-ambingkan oleh ketidakpastian, saya masih bersyukur sebab penghasilan tersebut masih bisa membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, ada satu hal yang berputar-putar di benak saya: bagaimana caranya agar bisnis tetap bisa berjalan, bahkan semakin bersinar? Tentu sudah saatnya untuk kembali membuka lembaran baru, tak terus-menerus berkutat pada keterpurukan.

Manfaatkan Teknologi untuk Membangun Aset Digital

Adanya pandemi membuat banyak pelaku ekonomi semakin terdorong untuk memperluas bisnis secara online. Apalagi, di abad ke-21 ini, kita sudah memasuki era revolusi 4.0 yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk dipadukan dengan robot. Ya, sudah secanggih itu! Menyinergikan bisnis dengan teknologi digital dengan mengandalkan momentum pandemi ini patut untuk dilakukan. Jika bukan sekarang, kapan lagi?

Sadarkah teman-teman bahwa internet merupakan superpower yang setiap manusia miliki? Ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui internet. Jika sehari-harinya kita bisa berselancar di dunia maya, update status di media sosial, menonton film, mendengar musik dan masih banyak lagi, maka apakah sobat sudah memanfaatkan peluang internet untuk bisnis?

Kalau misalnya teman-teman tertarik, ini artinya kita bisa mulai untuk memanfaatkan teknologi demi kemajuan bisnis, yakni dengan cara menimbun aset digital. Bagi teman-teman yang belum tahu, aset digital merupakan suatu karya yang berada di dalam perangkat teknologi. Karya-karya yang digolongkan ke dalam aset digital yakni seperti tulisan, gambar, suara, hingga video.

Dalam mengembangkan bisnis sendiri, kita membutuhkan aset digital. Semakin banyak aset digital yang kita miliki, maka akan semakin baik. Aset digital ini ibaratnya investasi jangka panjang yang kita miliki, sebab rekam jejak digital akan ada sampai kapan pun. Beberapa contoh pemanfaatan aset digital dalam bisnis yakni melakukan pemasangan iklan, mengelola SEO pada tulisan, menggunakan media sosial sebagai media branding dan promosi, mengelola website sendiri, hingga memastikan perusahaan tergabung ke dalam direktori bisnis.

Memasang Iklan di Internet

 

Sejak zaman dahulu kala, iklan menjadi salah satu hal yang paling sering dilakukan jika hal tersebut berhubungan dengan bisnis. Dengan adanya iklan, kita bisa menyampaikan beragam informasi terkait produk atau jasa kepada konsumen. Jasa iklan saat ini sudah berkembang pesat. Jika dulu kita masih sering melihat iklan baris di surat kabar, selingan iklan di radio, bahkan tempelan poster iklan di dinding-dinding atau tiang listrik, saat ini jasa iklan berbasis internet menjadi hal umum karena internet punya proporsi pengguna yang besar.

Agar lebih mudah menjaring konsumen yang mengetikkan keyword pencarian di mesin pencari Google, kita bisa menggunakan Google Ads. Nantinya, iklan kita akan muncul di baris paling atas hasil pencarian. Pastinya produk yang kita tawarkan pun bisa dengan mudah menarik perhatian.

Selain itu, kita bisa juga menggunakan YouTube Ads untuk promosi berupa video. Video ini bisa muncul di awal maupun pertengahan video yang tersedia di YouTube. Pilihan lain, kita bisa juga mengandalkan Facebook Ads untuk promosi berupa foto disertai keterangan yang mengarahkan pengguna ke halaman Facebook bisnis kita. Lalu, jasa iklan populer lainnya, yakni Instagram Ads, memungkinkan kita membuat post berupa foto atau video yang bisa muncul di timeline konsumen.

Memanfaatkan Media Sosial

Usai membahas tentang penggunaan fitur Ads di beragam platform, sudah saatnya kita memanfaatkan platform tersebut untuk berkarya lebih jauh lagi. Dengan menggunakan media sosial, kita bisa membuat akun bisnis kita sendiri. Dua platform yang paling digemari yakni Instagram dan Facebook.

Dengan kedua platform tersebut, kita bisa mengunggah post serta story (bedanya dari post, gambar atau video hanya akan terekam selama 24 jam). Konten yang diunggah bisa berupa katalog produk maupun informasi lain yang dikemas secara menarik. Dengan membuat konten yang berkualitas, image brand kita pun akan meningkat.

Selain mengunggah konten, media sosial bisa membuat kita lebih dekat dengan konsumen. Para pengguna bisa memberikan komentar pada post kita, bahkan mengirimi kita pesan melalui chat atau DM (Direct Message). Dengan menjalin keharmonisan dan memberikan pelayanan terbaik, konsumen pun akan betah menggunakan produk kita.

Membuat Website

Cukupkah saja hanya sampai beriklan dan aktif di sosial media? Agar bisnis benar-benar berkembang secara pesat, membuat website menjadi pilihan yang tepat. Sistem bisnis baik B2B Marketplace (Business to Business) atau B2C (Business to Consumer) sama-sama membutuhkan website untuk menjual produk. Memiliki website akan meningkatkan kredibilitas bisnis yang dimiliki.

Mengatur isi website bisa dilakukan dengan jauh lebih leluasa daripada mengatur akun media sosial. Dengan menggunakan website, kita bisa memaparkan informasi tentang company profile yang lengkap, membuat katalog produk dengan dinamis, menyediakan layanan service yang lebih terstruktur, dan masih banyak lagi. Website pun tentu saja bisa menjadi portal informasi yang akurat. Dengan adanya website company, kita bisa menjaring pasar yang lebih luas dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga ke luar negeri jika ingin memperluas usaha ke pasar ekspor.

Fokus pada Pengelolaan SEO

Setelah memiliki website, apa lagi yang harus dilakukan? Apa cukup hanya dengan menuliskan seabrek informasi? Tentunya kita harus sepenuh hati membuat konten di website, baik itu deskripsi produk, artikel, serta tentu saja landing page. Agar website yang sudah dibuat bisa bertengger di bagian atas mesin pencari, kita harus menerapkan SEO (Search Engine Optimization).

SEO menjadi aset digital yang sangat menarik. Jika penerapan SEO membuat website kita berada di peringkat atas, maka ini akan lebih menguntungkan daripada hanya sekadar beriklan. Pasalnya, dengan menggunakan jasa iklan, kita tentu harus membayar biaya tambahan. Sementara itu, jika website kita secara natural sudah masuk ke halaman utama pencarian, tentu kita tak perlu lagi mengalokasikan biaya tambahan untuk iklan.

Bergabung di Direktori Bisnis

Langkah terakhir yang wajib dilakukan adalah bergabung dengan direktori bisnis. Direktori bisnis ini ibaratnya rumah bagi para pelaku bisnis. Berbeda dengan marketplace yang menjadi tempat jual-beli, direktori bisnis berfokus pada daftar bisnis yang terjaring dengan platform yang ada.

Berdasarkan yang saya ketahui, salah satu platform yang mewadahi para pengelola bisnis adalah Indonetwork. Situs yang berdiri sejak tahun 2001 ini memungkinkan para pelaku usaha B2B serta B2C untuk beriklan di Indonetwork. Dengan adanya 23 kategori yang mendetail, konsumen akan dengan mudah menemukan apa yang mereka cari.

Selain itu, keuntungannya di sisi pebisnis, bergabung di direktori bisnis Indonetwork membuat usaha mereka lebih kredibel dan terpercaya. Hanya perusahaan yang benar-benar ada yang bisa bergabung di sini. Buktinya, saat ingin mendaftarkan perusahaan ke Indonetwork, kita diharuskan memasukkan dokumen seperti NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), maupun SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

Indonetwork juga menyediakan berbagai paket premium yang tentunya memberikan keuntungan bagi kita. Tiga keanggotaan premium yakni Gold, Blue Onyx, serta Ruby yang bisa didapat dengan biaya 6,55 hingga 9,55 juta per tahun. Paket tersebut memungkinkan pengguna untuk mendapat prioritas listing, ikon verifikasi, berbagai pilihan template website, dan masih banyak lagi. Ada juga paket tahunan yang tersedia dengan rentang harga yang berbeda, mulai dari 10 hingga 67 jutaan. Artinya, dalam sebulan, kita hanya perlu mengalokasikan dana 830 ribuan hingga 5,5 jutaan. Dengan menggunakan layanan direktori bisnis, khususnya Indonetwork yang sudah terpercaya, tentu bisnis kita akan melesat lebih cepat.

Mari Mulai Sekarang

Apa pun lini bisnis yang kita jalani dan sebesar apa pun skala bisnis tersebut, semuanya membutuhkan penjualan agar bisnis tetap eksis. Agar bisnis bisa membaik, terutama saat menghadapi masa new normal ini, kita harus update dan upgrade bisnis. Caranya tentu yakni dengan berinvestasi di aset digital. Tanamkan sebanyak mungkin aset digital, maka bisnis pun tak akan terpental, tetapi melesat maju. Jadi, kapan ingin memulai?

About Me

Seorang pecinta kata dan nada. Telah berkecimpung di dunia kepenulisan selama 10 tahun. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

What’s in My Blog?

Day by Day

Member of:

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *