-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

Berburu Ilmu Tanpa Jemu untuk Meningkatkan Kualitas Guru

Nov 7, 2020 | Blog Competition

Guru Favorit Murid

Di sebuah kelas, sang guru tampak berdiri di depan kelas, menatap tajam para murid. Siswa-siswi tak berani berkutik. Semuanya duduk dengan rapi, lengkap dengan buku paket yang terbuka di atas meja. Merasa terintimidasi dengan guru killer, begitulah mereka menjulukinya.

Di kelas lain, ada seorang guru yang sibuk menjelaskan. Beliau mencoret-coret papan tulis, menerangkan ini dan itu. Sayangnya, suaranya justru teredam dengan kikikan tawa beberapa siswi di sudut ruangan. Beberapa siswa malah tampak bermain BINGO, sebuah permainan angka.

Mari menuju kelas terakhir. Pemandangan di sini tampak berbeda. Inilah kelas idaman para guru dan murid. Saat sang guru menjelaskan pelajaran, murid-murid tampak menyimak dengan penuh perhatian. Tak ada perasaan tertekan. Mereka malah sesekali tertawa oleh lelucon yang dilontarkan sang guru. Suasana santai, tetapi pelajaran tetap berjalan.

Tiga ilustrasi tersebut bisa membuat kita menyimpulkan sesuatu. Guru, beragam tipenya. Murid? Jauh lebih beragam lagi bentuknya. Dari sisi guru, kerap kali mereka bingung bagaimana cara menghadapi murid. Begitu juga dengan murid, menginginkan guru yang bisa mengajar dengan menyenangkan. Guru boring tidak didengar, guru killer akan ditakuti. Mereka ingin guru yang bisa mengayomi sekaligus mendidik. Tahu apa saya? Maklum, saya juga pernah jadi murid. Begitu pula dengan teman-teman, bukan?

Maka dari itu, meskipun saya bukan seorang guru, saya tahu betul ciri khas guru favorit murid: guru yang berdedikasi serta inovatif.

Guru Harus Berdedikasi, Tak Cukup Basa-Basi

Setiap orang tentu punya kisah belajarnya sendiri-sendiri. Ada yang pernah menemui pengajar dengan berbagai metode yang sayangnya tak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kalau saya sendiri, pernah merasa kecewa dengan metode pengajaran seorang dosen. Bukannya apa, dosen tersebut hanya masuk, membuka file PDF di proyektor, lalu mulai membacakan isi dokumen tersebut.

Saya garis bawahi sekali lagi, membacakan. Bukan menjelaskan. Di sinilah letak kekecewaan saya. Kalau membaca, anak TK mah juga bisa (catatan: saya sendiri sudah bisa membaca sebelum masuk TK). Mau protes, rasanya kok tidak sopan. Akhirnya, saya pun hanya bisa pasrah di kelas tersebut. Dosen membacakan materi dari awal sampai akhir. Sayang sekali, padahal seharusnya materi dijelaskan dengan lebih terperinci.

Ada kisah lain lagi. Satu mata kuliah dengan dosen yang selalu datang terlambat. Bukan main-main, terlambat bisa hingga sepuluh menit terakhir jam kuliah berlangsung. Sisa 10 menit pun hanya untuk absen. Rasanya sia-sia raga berada dalam kelas, tetapi tak melakukan apa pun. Salahkah saya selaku mahasiswa merasa sang dosen kurang berdedikasi melaksanakan kewajiban beliau?

Beralih dari pengalaman tak mengenakkan, saya pun pengalaman tak terlupakan saat sekolah. Menjelang kelulusan SMA, materi tiap pelajaran begitu padat. Kami anak SMA ‘mabuk belajar’. Datang ke sekolah sebelum pukul 6 pagi, pulang sekolah hampir jam 4 sore, belum lagi ditambah kerja kelompok dan lain sebagainya.

Sayangnya, sudah belajar sedemikian rupa, biasanya ada saja pelajaran yang kurang dimengerti. Untungnya, salah satu guru saya membuka kelas belajar sepulang sekolah. Kelas ini tidak dipungut biaya apa pun. Kelas ini murni dibuka dengan inisiatif beliau karena ingin membantu kami supaya cepat mengerti.

Kelas tersebut tidak bersifat wajib. Aturannya, ‘siapa berminat, silakan datang’. Tidak hanya sekali, kelas ini juga diadakan beberapa kali. Beliau merelakan waktunya yang berharga demi masa depan anak didiknya. Hasilnya, cukup banyak siswa-siswi yang datang untuk belajar. Perjuangan terbayangkan, nilai kami cukup memuaskan. Sungguh guru yang mulia. Tak salah, bisa dibilang hampir semua murid menjadikan beliau sebagai guru favorit.

Agar murid mau belajar, guru harus berdedikasi penuh. Jika guru saja tak niat mengajar, bagaimana mau memaksa murid untuk belajar?

Guru Inovatif, Belajar pun Efektif

Sejak COVID-19 (Novel Coronavirus 2019) menyerang seluruh penjuru bumi, dunia pendidikan pun ikut mengalami perubahan. Jika dulu murid wajib berkumpul di suatu tempat untuk memulai proses belajar mengajar, kini hal tersebut tak lagi perlu dilakukan. Guna memutus rantai penyebaran virus, sekolah offline kini diatasi dengan cara membuka sekolah secara online.

Ada banyak tantangan yang dihadapi dengan perubahan mendadak ini. Sudah jelas dunia pendidikan Indonesia belum siap sepenuhnya untuk mengadopsi pembelajaran secara daring. Masih banyak hal yang perlu dibenahi. Masalah murid di pelosok yang sulit menjangkau internet, murid kurang mampu yang tak punya gadget untuk dipakai, hingga masalah-masalah lainnya kerap menghantui.

Tak jarang pula saya menemukan alasan ibu-ibu mencak-mencak di grup sosial media tentang payahnya sistem belajar online. Contohnya, katanya belajar online tidak efektif. Guru tidak mengajar, hanya memberikan murid tugas. Banyak, pula. Anak meminta orang tua bantu mengerjakan. Orang tua pusing, mana ingat lagi detail pelajaran sekolah?

Selain itu, ada pula yang malah mengatakan belajar online menyusahkan karena anak-anak malah keluyuran bermain. Masalah ini justru bukan terletak pada guru, tetapi pada bagaimana orang tua harus bisa mendidik anak agar disiplin. Mudahnya, itu ‘kan anaknya yang kabur bermain, kenapa malah guru yang disalahkan?

Banyak murid beralasan pelajaran guru tidak menarik. Solusinya, guru harus inovatif agar belajar jadi efektif. Contohnya, ada guru saya yang saat ini rutin membuat video belajar. Beliau merekam dirinya, lengkap dengan papan tulis dan spidol. Beliau mencoret-coret papan tulis di sana-sini, menjelaskan ini-itu. Hal ini bisa dicontoh guru lain agar tak hanya memberi materi dalam bentuk slide. Sebagus apa pun tulisan, lebih baik dijelaskan secara langsung, bukan?

Contoh lain lagi, saat mengajar, guru bisa mencoba untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik, misalnya dengan mengedit tampilan slide materi. Satu contoh nyata, di mata kuliah saya, ada seorang dosen yang cukup unik. Beliau menampilkan materi dalam bentuk slide. Beliau memadukan game yang sedang hype ke dalam materinya. Kreatifnya!

Cara Menjadi Guru yang Dedikatif dan Inovatif

Untuk menumbuhkan rasa dedikasi, tiap guru harus menanamkannya di hati masing-masing. Dedikasi bukanlah sebuah hal yang bisa ‘dipanggil keluar’ begitu saja. Guru harus ingat bahwa mengajar merupakan kegiatan yang mulia. Bisa saja seorang guru mengajar karena suka dengan anak-anak. Bisa juga orang tersebut menjadi guru karena hanya kebetulan diterima kerja. Apa pun itu alasannya, kuatkan tekad untuk mengajar.

Sementara itu, agar seorang guru bisa menjadi lebih inovatif, diperlukan perpaduan antara niat, pengetahuan, serta keterampilan. Niat, berawal dari dedikasi, menjadi pemicu seorang guru untuk tetap semangat mengajar. Pengetahuan pun diperlukan karena tak mungkin seorang guru hanya ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Selain itu, keterampilan diperlukan agar guru bisa beradaptasi dengan kecanggihan metode pembelajaran masa kini.

Saya yakin, guru-guru ‘kekinian’ alias generasi muda pada umumnya sudah menguasai internet. Penggunaan aplikasi baru mungkin tidak terlalu menyulitkan. Aplikasi meeting online, aplikasi pembuat slide, penggunaan Google Classroom, serta masih banyak lagi, bisa dikuasai dalam waktu beberapa kali pakai.

Masalah utama muncul pada guru maupun dosen generasi sebelumnya, seperti generasi baby boomers kelahiran di tahun 1944 hingga 1964 maupun generasi X yang lahir pada tahun 1965 hingga 1979. Guru yang terlahir di era ini rata-rata sudah berumur 41 hingga 76 tahun. Memang tidak semua, tetapi mayoritas generasi tersebut kurang paham tentang teknologi. Bahkan, berdasarkan data tahun 2018 dari Kepala Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan) dari Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Gatot Suhartowo, ternyata 60% guru di Indonesia masih gagap teknologi. Sementara itu, kebalikannya, guru generasi muda punya banyak peluang untuk memperluas ilmu dan pengetahuannya.

Ilmu tentang pemanfaatan teknologi masa kini serta ilmu tentang pendidikan itu sendiri merupakan dua hal penting yang berpengaruh satu sama lain. Dengan menguasai teknologi, guru bisa menjadikan internet sebagai wadah pengajaran, terlebih di masa pandemi. Sementara itu, penguasaan materi pendidikan menjadi isi yang terdapat di dalam wadah tersebut. Saling membutuhkan, bukan?

Lalu, pertanyaan selanjutnya, adakah cara agar guru dapat mengembangkan kedua kemampuan tersebut? Paham teknologi, paham materi. Jangan khawatir, hal ini bisa dilatih, kok. Kali ini, saya akan mengenalkan sebuah platform baru yang diperuntukkan bagi guru di Indonesia. Guru belajar? Ada tempat belajar guru? Iya, benar! Tidak hanya siswa dan mahasiswa saja yang bisa ikut kursus online, guru juga punya tempat belajar!

GuruInovatif.id untuk Guru dengan Segudang Materi Baru

GuruInovatif.id merupakan inovasi untuk guru sekaligus platform yang membuat guru mampu berinovasi. Jika biasa kita menemukan platform seminar untuk siswa, kali ini hal tersebut tersedia untuk guru. GuruInovatif.id menyediakan semuanya dengan lengkap, mulai dari kursus, webinar, hingga sertifikasi guru. Trainer, pembicara, serta pihak-pihak lain yang terlibat di dalamnya punya kompetensi dan pengalaman yang baik. Selain itu, GuruInovatif.id ini punya lembaga penyelenggara kursus, yaitu HAFECS.

HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) sendiri merupakan lembaga yang bergerak di bidang training guru. Didirikan oleh Yayasan Hasnur Centre, HAFECS punya tujuan untuk mempercepat transformasi pendidikan Indonesia. Jadi, bisa dibilang, HAFECS adalah lembaga yang membentuk GuruInovatif.id.

Program Unggulan yang Beragam

Setelah tahu ada platform untuk pelatihan guru, kita akan mengupas tuntas program yang ditawarkan. GuruInovatif.id menyediakan beberapa kategori kursus yang masing-masing punya perbedaan.

 

Online Course

Hingga saat artikel ini dibuat (per tanggal 6 November 2020), telah terdapat setidaknya 15 kursus yang masuk ke dalam menu online course. Tiap kursus yang ditawarkan memiliki online sertification. Usai menuntaskan materi kursus sebanyak 32 JP (jam pembelajaran), kita akan mendapatkan e-sertifikat. Materi diberikan dalam bentuk video beresolusi FHD (Full HD) yang jernih.

Kursus premium ini dibanderol dengan harga Rp65.000,00 per kursusnya, didiskon besar-besaran dari harga awal sebesar Rp500.000,00. Luar biasa! GuruInovatif.id yang diprakarsai HAFECS ini memang benar-benar ingin membantu guru dalam mengembangkan ilmu. Ada banyak kursus yang bisa dipilih, mulai dari video pengajaran tingkat TK hingga SMA, materi tentang soal HOTS (High Order Thinking Skill), serta materi mengenai PCK (Pedagogical Content Knowledge). Selain itu, ada juga satu kursus yang digratiskan, yakni kursus berjudul ‘Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad 21’.

 

Productivity Course

Berbeda dari online course yang fokus pada materi pengajaran, menu productivity course menawarkan kursus yang bisa meningkatkan produktivitas. Maksudnya? Jadi, di kursus ini, guru dapat belajar mengenai cara memanfaatkan berbagai aplikasi yang menunjang pembelajaran. Beberapa contoh kursus yang ditawarkan yakni ‘Cara Menggunakan Google Classroom untuk Mengajar di Kelas Sekolah’ serta ‘Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint’.

Menariknya, seluruh kursus yang terletak di menu ini merupakan kursus gratis. Artinya, tanpa dipungut biaya, guru dapat mengembangkan kemampuan penguasaan teknologi serta aplikasi. Sama seperti menu online course, productivity course juga memiliki materi yang berkualitas. Videonya pun berkualitas FHD. Terlebih lagi, usai menamatkan materi kursus, guru bisa mendapat e-sertifikat senilai 4 JP.

 

Mini Course

Seperti namanya, mini course menawarkan kursus yang lebih singkat daripada menu online course. Ada beberapa kursus yang diberikan secara cuma-cuma tanpa biaya. Sementara itu, untuk kursus lainnya, cukup investasikan dana senilai Rp25.000,00, kita bisa menikmati materi belajar dengan video yang tentu saja juga berkualitas FHD. Adapun e-sertifikat yang didapatkan berupa sertifikat kursus sebanyak 16 JP.

Selain lebih singkat dan harganya lebih terjangkau, mini course juga membahas tema khusus tentang mata pelajaran di sekolah. Isi kursusnya berupa tahapan mengajar suatu pelajaran yang dikupas tuntas dari A sampai Z. Contohnya yakni kursus ‘Cara Mengajar Efektif dengan PCK – untuk IPA SMP’ yang dibagi menjadi 2 bagian.

 

ISLTF (Innovation School Leaders and Teachers)

GuruInovatif.id bersama dengan HAFECS menghadirkan program kelas online. Bedanya dengan kelas kursus, kelas online ini akan dilaksanakan secara live melalui platform Zoom. Hingga saat ini, ISLTF telah diikuti lebih dari 65.000 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia.

Untuk mengikutinya, guru perlu mendaftar terlebih dahulu. Cara untuk mengikutinya pun sangat mudah. Cukup klik menu ISLTF di GuruInovatif.id. Lalu, jangan bingung saat hanya muncul tulisan ‘Anda belum terdaftar pada Event ISLTF mana pun’. Pilih menu ‘Event Terbaru’, kita pun akan meluncur ke menu event yang tersedia.

Jika melakukan klik pada gambar, maka yang terjadi gambar tersebut menjadi besar. Oleh karena itu, tekanlah pilihan ‘Daftar Sekarang’. Masukkan data diri lengkap, pastikan tidak ada salah pengetikan. Opsi terakhir, pilihlah apakah kita ingin menjadi Peserta Free atau Peserta VVIP. Ada banyak perbedaan yang didapat hanya dengan berinvestasi sebesar Rp29.900,00. Apa sajakah itu?

 

Webinar 32/64 JP

Belum cukup dengan berbagai kursus yang ditawarkan GuruInovatif.id? Platform ini juga melaksanakan webinar secara rutin yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik. Tujuannya tak lain tak bukan yakni untuk meningkatkan mutu pengajaran guru. Contoh webinar yang pernah dilaksanakan yakni webinar berjudul ‘Kupas Tuntas RPP 1 Lembar & Coaching for Leader’.

Webinar yang ditawarkan merupakan webinar berbayar. Terdiri dari total 6 hari pelatihan bersama 7 trainer andal, webinar ini dipecah menjadi 2. Mengambil contoh webinar yang saya sebutkan tadi, webinar pertama yakni ‘Coaching for Leader’ dilaksanakan pada 30 September hingga 1 Oktober 2020 (2 hari). Dari pelatihan tersebut, peserta sudah mendapatkan e-sertifikat 32 JP. Setelah itu, webinar ‘Kupas Tuntas RPP 1 Lembar’ diadakan pada 13-16 Oktober 2020 (4 hari). Peserta pun akan mendapatkan e-sertifikat lagi.

Lalu, berapa untuk biayanya? Dengan mengikuti pelatihan yang bermanfaat tersebut, biaya investasi yang dibutuhkan adalah Rp95.000,00 untuk webinar 32 JP (hanya satu) atau Rp149.500,00 untuk webinar 64 JP (mengambil 2 webinar sekaligus). Selain tentunya mendapatkan sertifikat dan ilmum bermanfaat, peserta juga mendapat e-modul materi eksklusif, free mentoring spesial di grup Facebook bersama trainer HAFECS, serta berbagai voucher diskon. Sangat menggoda, bukan?

Pengalaman Menjajal GuruInovatif.id

Usai melakukan pendaftaran di GuruInovatif.id, saya pun mencoba salah satu kursus yang tersedia. Kursus yang saya pilih berjudul ‘Rumus-Rumus Dasar Pembuatan Excel bagi Guru’. Kursus gratis tersebut berisikan 1 video singkat yang menjelaskan penggunaan beberapa rumus Microsoft Excel.

Berdasarkan yang saya tonton, trainer sudah menyampaikan materi dengan baik. Langkah demi langkah dipaparkan dengan jelas. Tutur bahasanya pun cukup baik. Kecepatan berbicara juga pas, cocok bagi orang yang baru pertama kali belajar tentang rumus Excel dan ingin memahami secara perlahan. Video materi pun bisa diatur kecepatan dan resolusinya.

Rating yang diberikan pengguna kepada kursus gratis ini pun cukup tinggi, yakni 4.5 dari 5 bintang (dengan 48 ulasan). Hal yang membuat saya bingung, ada beberapa orang memberikan bintang 1. Padahal, jika memberi bintang, semakin sedikit bintang yang diberikan, maka semakin buruk penilaian kita terhadap suatu hal.

Anehnya, orang-orang yang memberi bintang 1 tersebut memberikan komentar yang menunjukkan rasa puas. Kesimpulannya, mereka salah memahami penggunaan bintang. Bisa dibilang, bintang 1 menandakan keburukan, sementara bintang 5 menandakan kepuasan. Namun, karena mereka tidak mengetahuinya, mereka mengira bintang 1 adalah yang terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna pun masih harus diedukasi mengenai hal-hal kecil seperti ini.

Mengapa Harus GuruInovatif.id?

Setelah membahas tentang program yang ditawarkan GuruInovatif.id, saya rasa sobat pasti sudah tertarik. Akan tetapi, ada banyak alasan lain yang membuat sobat bisa lebih yakin lagi mengapa harus memilih GuruInovatif.id bersama HAFECS.

Kredibel

Kualitas dari kursus yang ditawarkan GuruInovatif.id tak perlu diragukan lagi. buktinya, GuruInovatif.id bersama HAFECS ini sudah dipercaya 50.000 tenaga didik, 10.000 sekolah dan instansi, serta telah menyelenggarakan 300 pelatihan yang tersebar di 300 kota/kabupaten.

Materi dan Trainer Berkualitas

Materi yang diangkat GuruInovatif.id merupakan materi yang bermanfaat bagi tenaga didik. Trainer yang berpartisipasi merupakan trainer profesional yang telah tersertifikasi internasional. Tak hanya itu, rata-rata trainer telah bekerja lebih dari 10 tahun di bidang pendidikan. Tiap materi pun mampu mereka bawakan dengan menarik dan mudah dimengerti, sekaligus tetap berbobot.

Kursus Bersertifikasi

Usai mendapatkan materi yang bermanfaat, diperlukan adanya suatu bukti yang menunjukkan pencapaian guru. Oleh karena itu, GuruInovatif.id memberikan sertifikat sebagai bukti partisipasi. Sertifikat tentu berguna untuk menambah kualitas ‘nilai’ guru yang sangat berguna untuk dimasukkan ke dalam CV. Secara tak langsung, sertifikat berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan guru ke depannya.

Biaya Terjangkau

Tarif kursus menjadi hal yang sensitif. Penghasilan guru cukup bervariasi, tergantung apakah guru tersebut termasuk guru PNS atau guru non-PNS, juga apakah guru tersebut mengajar di sekolah negeri atau swasta. Terlebih lagi, banyak pula guru yang merupakan guru honorer, di mana mereka digaji dengan nilai yang cukup kecil. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah harus berhemat, bagaimana mungkin bisa mengikuti kursus yang tarifnya selangit?

Untunglah kursus di GuruInovatif.id tergolong terjangkau. Ada banyak kursus gratis yang tersedia. Selain itu, kursus berbayarnya pun cukup murah, mulai dari Rp25.000,00 untuk mini course, Rp65.000,00 untuk online course, Rp95.000,00 untuk webinar training 32 JP, hingga Rp149.500 untuk webinar training 64 JP. Harganya sangat murah mengingat apa yang didapatkan sangat bermanfaat.

GuruInovatif.id Meningkatkan Kualitas Pengajaran Guru dan Pendidikan Indonesia

GuruInovatif.id menjadi angin segar di kancah pelatihan guru. Hadir dalam konsep online learning, GuruInovatif.id menjangkau guru di seluruh Indonesia, hingga ke pelosok sekalipun. Dengan pembelajaran yang mudah dan murah, guru bisa meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru belajar mengajar di GuruInovatif.id, lantas menerapkan ilmu yang telah didapat. Dampak positifnya, dengan kualitas guru Indonesia yang semakin mumpuni, pendidikan Indonesia pun bisa menjadi lebih baik. Mari bersama majukan kualitas pendidikan Indonesia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog GuruInovatif.id bersama HAFECS.

 

About Me

Seorang pecinta kata dan nada. Telah berkecimpung di dunia kepenulisan selama 10 tahun. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

What’s in My Blog?

Day by Day

Member of:

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Berburu Ilmu Tanpa Jemu untuk Meningkatkan Kualitas Guru - Blog Hafecs - […] https://viviyunika.com/berburu-ilmu-tanpa-jemu/ […]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *