digimart, solusi smart jual-beli produk digital

TANPA ILMU HITAM

Pak Filens dan Bu Prilen setiap hari tak pernah keluar rumah. Paling-paling hanya untuk membeli kebutuhan dan mengantar anak ke sekolah. Anehnya, mereka tak pernah hidup berkekurangan. Rumah cantik yang dihiasi taman, mobil mewah, belum lagi setiap liburan panjang mereka selalu liburan ke luar negeri.

Kok, bisa? Desas-desus tetangga menyebutkan bahwa mereka melakukan pesugihan. Pelihara tuyul. Ngepet.

Sementara itu, tanpa mereka ketahui, di balik pintu yang tertutup rapat dan gorden yang menjuntai menutupi jendela, Pak Filens dan Bu Prilen berkutat dengan laptop mereka masing-masing, sesekali meregangkan tubuh. Mereka sibuk bekerja, cukup dengan perangkat canggih di hadapan mereka.

MENJADI PEKERJA LEPAS

Dari ilustrasi di atas, apa sobat bisa menerka apa profesi dari Pak Filens dan Bu Prilen? Jika sobat menjawab freelancer, maka tebakanmu tepat.

Dewasa ini, bekerja memang sudah tidak dapat digeneralisir dengan bangun pagi-pagi, berangkat ke kantor, dan pulang sore. Tidak bisa sekadar diartikan sebagai menjaga toko atau berjualan. Kini, siapa pun dapat bekerja di mana saja, bahkan di rumah sekalipun.

Sebagai seorang freelancer, atau pekerja lepas, kita dimungkinkan untuk bekerja dengan pengaturan waktu dan tempat yang kita tentukan sendiri. Jumlah dan tenggat proyek pun dapat disesuaikan dengan kemampuan kita. Penghasilan tetap ada, tetapi kerja santai. Siapa yang tidak tertarik, coba?

Menjadi freelancer memang gampang-gampang susah. Pertama, kita harus memiliki keahlian terlebih dahulu. Tanpa skill, kita tak punya daya jual. Katakanlah kita punya bakat dalam mendesain. Tentunya, agar orang-orang tahu, kita harus rajin berpromosi, misalnya di sosial media. Dengan begitu, saat seseorang butuh jasa desain, orang tersebut dapat terhubung dengan kita. Jika sama-sama cocok, maka proyek pun dimulai. Konsumen mendapat desain yang diinginkan, kita pun mendapatkan bayaran.

Sebagai seorang penawar jasa, kita harus rajin memperbarui portofolio. Kita harus mampu membuat orang percaya dengan kemampuan yang kita miliki. Dengan kredibilitas yang tinggi, tentu akan menjaring lebih banyak konsumen lagi.

Lalu bagaimana bila kita sudah berusaha sekuat tenaga, sudah lama berkecimpung di dunia freelancer, tetapi jarang mendapatkan konsumen? Apa yang salah pada diri kita? Kurang berbakat? Kurang promosi? Atau hanya … kurang beruntung?

Digimart, solusi smart bagi freelancer

Jika karyawan punya kantor sebagai wadahnya bekerja, maka freelancer pun bisa bergabung pada wadah pekerja lepas yang bertebaran di internet. Seorang freelancer memang sangat mengandalkan internet dalam proses bekerja, sebab konsumen bisa datang dari mana saja.

Andaikan kita hanya mengandalkan sosial media kita sebagai sarana promosi, tentu karier freelancer kita akan berkembang cukup lambat. Mengapa seperti itu? Katakanlah kita tinggal di pelosok Kalimantan. Kecil kemungkinannya akun kita diketahui oleh penduduk di Jawa, kecuali kita rajin berpromosi.

Umpamanya, kita bandingkan toko di dalam mal dengan toko yang berdiri sendiri di tepi jalan. Kebanyakan orang akan memilih untuk pergi ke mal, melihat-lihat jejeran gerai, lalu berbelanja. Sementara itu, orang yang datang langsung ke toko di tepi jalan memang sudah punya tujuan untuk datang ke toko tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya wadah freelancer, kita bisa langsung memasarkan produk dan jasa yang kita miliki kepada semua orang tanpa terkecuali.

apa itu digimart?

Digimart adalah sebuah marketplace produk dan jasa digital yang menjadi wadah berkumpulnya freelancer se-Indonesia. Dengan adanya Digimart sebagai situs freelancer Indonesia, penyedia jasa/produk pun lebih mudah dipertemukan dengan konsumen. Win-win solution. Kita sebagai freelancer tak perlu pusing mencari cara mempromosikan diri, sementara konsumen pun dimudahkan untuk menggunakan jasa atau produk terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkannya.

mengapa harus digimart?

Dipercaya oleh konsumen dan freelancer

Pernah menjual jasa, tetapi tidak dibayar? Atau sebagai konsumen, sudah membayar worker tetapi pekerjaan tak kunjung diberikan kepada kita? Menyebalkan, bukan? Selain rugi secara materi, kita pun rugi secara waktu.

Tak perlu khawatir saat menggunakan Digimart. Kita difasilitasi sistem keamanan yang ketat. Pembeli diwajibkan transfer biaya ke rekening bersama, dalam hal ini kepada Digimart sebagai penyelenggara. Freelancer yang sudah selesai mengerjakan proyek pun mengirimkan hasil kerja melalui situs Digimart. Jika pembeli puas, maka proses transaksi selesai dan dana masuk ke akun freelancer. Dengan begitu, tak ada lagi pihak yang dirugikan.

indeks lengkap

Indeks produk dan jasa yang ditawarkan di Digimart sangat beragam, mencakup semua bidang jasa. Kita dapat menemukan jasa desain grafis, digital marketing, script dan pemrograman, penulisan dan terjemahan, hingga jasa lainnya.

garansi 100%

Digimart berani memberi garansi 100% uang kembali jika konsumen tidak puas. Hal ini menunjukkan keseriusan Digimart dalam menyaring freelancer yang berkualitas. Semua produk yang diperjualbelikan di sini tidak hanya terjangkau dari segi harga, tetapi juga dijamin dapat memuaskan konsumen.

interaktif

Tak ubahnya platform jual-beli lain, Digimart juga menyediakan fitur chat dengan pengguna lain. Kita bisa melakukan percakapan maksimal 1140 karakter per chat dan bisa juga mengunggah file berupa lampiran. Hal ini memudahkan calon pembeli dan pekerja dalam mencapai kesepakatan.

MURAH MERIAH

Wadah freelancer memang bertebaran di dunia maya. Namun, jika diperhatikan, baik situs freelancer luar negeri maupun di Indonesia sendiri, rata-rata mematok biaya yang mahal. Tentu hal ini merugikan kita sebagai freelancer maupun konsumen. Sudah susah payah bekerja, tarif yang rasanya sudah kita patok serendah mungkin malah masih ‘dicaplok’ oleh penyedia layanan. Begitu juga, bagi konsumen, kita justru harus jadi membayar lebih mahal jasa tersebut.

Tak perlu takut membayar mahal atau menerima bayaran yang lebih sedikit. Di Digimart, komisi yang dibayarkan adalah tetap. Biaya untuk penjual adalah gratis, sementara pembeli cukup membayar tarif Rp5.000,- per transaksi. Sangat murah, bukan?

Sebagai perbandingan, saya pernah menjadi freelancer di sebuah tempat. Bukan Digimart tentunya. Sayangnya, saya hanya bisa berpuas diri dengan pemotongan bayaran sebesar 12%. Tarif yang sangat besar! Saya pernah mengerjakan sebuah proyek seharga Rp500.000,-, namun uang yang saya terima hanya Rp440.000,-. Sebagai freelancer, saya justru harus ‘membayar’ si penyedia layanan sebesar Rp60.000,- pada proyek tersebut. Kecewa, saya pun berpindah ke lain hati. Digimart-lah solusinya.

aman

Tidak perlu takut bertransaksi di Digimart. Website yang menjadi rumah bagi freelancer ini sudah disertai SSL (suatu sistem keamanan website) sehingga aman dari serangan hacker. Transaksi pun bisa berlangsung dengan aman dan nyaman. Untuk proses transaksi, kita disuguhi beragam cara pembayaran.

RAMAH TAMPILAN (USER FRIENDLY)

Tampilan antarmuka halaman Digimart sederhana dan nyaman digunakan. Pemula pun tak perlu kebingungan mencari atau menjual produk. Pada halaman awal, kita bisa memilih menu jual jasa dan produk jika ingin menjadi freelancer. Sementara itu, jika ingin menjadi konsumen, cukup cari jasa atau produk yang diinginkan melalui menu yang tersedia. Jika produk yang dicari tidak ditemukan, kita bisa request secara terbuka di menu Penawaran.

traffic tinggi

Website tanpa pengunjung tak ubahnya sebuah kota mati. Digimart diumpamakan kota yang padat penduduk. Ada ribuan freelancer yang menawarkan jasa terbaiknya, begitu pula ada ribuan konsumen yang siap berbelanja di Digimart. Traffic tinggi artinya semakin banyak peluang kerja untuk kita para freelancer, juga semakin banyak pilihan produk yang dapat kita beli.

Jadi, Tunggu Apa Lagi?

Digimart menjadi solusi smart bagi lapangan pekerjaan masa kini. Apalagi, di era revolusi industri 4.0, semuanya serbacanggih dan ringkas. Hanya dengan berselancar di dunia maya, kita bisa menghasilkan pundi-pundi. Tanpa perlu bepergian, kita juga bisa menggunakan jasa dan membeli produk digital.

Bersama Digimart, tak ada lagi gundah.

Semua terasa mudah.

Tak seperti pekerjaan yang sudah-sudah.

Dunia pun jadi lebih indah.

Digimart menjadi wadah.

Semua freelancer dan konsumen pun ikutan pindah.

Menuju Digimart, website yang berfaedah!

BEBERAPA JEJAK TERAKHIRKU

Sabun SEBU, Sabun Antiseptik yang Bikin Cantik dan Kuman Tak Berkutik

Love at the first sight. Percayakah kalian dengan hal tersebut? Terpana pada fisik di awal pertemuan memang bisa terjadi jika orang yang dipandang tersebut punya penampilan menarik, fisik rupawan, dan tentunya wajah kinclong! Namun, kenyataannya, kisah cinta yang indah tersebut rata-rata hanya terjadi pada kisah fiksi.

Dengan Aplikasi Yummy App, Masak Sendiri Tak Lagi Ngeri

Dengan Aplikasi Yummy App, Masak Sendiri Tak Lagi NgeriDulu, aku memang tak bisa memasak sama sekali. Setelah mengetahui Yummy App, kini aku bisa dengan mudah mencoba berbagai resep yang menarik dan mudah dibuat.Hampir Terisak Karena Tak Bisa MemasakAku melirik jam...