-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

Imunoterapi Pertama

Dec 20, 2021 | Daily Life, My Cancer Story

Catatan: Dilarang menanyakan lagi hal yang sudah tertulis di sini, hehe.

Ringkasan buat yang tidak tahu siapa itu Vivi Yunika (tapi nyasar ke tulisan ini)

Aku didiagnosis kanker limfoma hodgkin sejak pertengahan 2017. Aku sempat mencoba berbagai metode pengobatan. Sejak Mei 2019, akhirnya aku menjalani kemoterapi ABVD (total 14 kali). Karena kondisi bertambah parah, pada Januari 2020 sampai April 2020 aku menjalani kemoterapi ICE (total 4 kali) dan transplantasi sumsum tulang belakang (ASCT).

Sejak April 2020 aku bersih dari kanker. Sayangnya, Oktober 2020, kankerku kembali lagi. Karena kurang dana, aku tidak menjalani pengobatan secara medis. Sampai pada akhirnya, di akhir tahun 2021 ini, atas bantuan teman-teman, penggalangan danaku naik lagi dan aku bisa segera berobat.

Catatan (lagi): Artikel ini ditulis pada 20 Desember 2021.

Saat ini, kankernya di bagian mana aja?

Ada di paru-paru, tulang, parotis kiri, submandibula kiri, dan lain-lain. Bonus, hati membesar sekitar 4 cm dari ukuran normal.

Gejala apa yang dirasakan?

Ini gejala terbaru (sebelum mulai berobat): Sering demam, gak nafsu makan, batuk. Kadang di bagian tubuh tertentu bisa tiba-tiba nyeri. Perut kurang nyaman. Gejala terbaru itu kaki kiri terasa sakit, padahal cuma duduk belasan menit.

Pengobatannya berupa apa?

Imunoterapi (imuno). Itu diinfus doang, kok. Nama obat yang dipakai adalah Adcetris (Brentuximab Vedotin).

Adcetris Dosage & Drug Information | MIMS Indonesia

Berapa kali berobat?

Rencana 16 siklus imunoterapi. Satu siklus = satu kali. Jadi, ya, total 16 kali berobat.

Berapa jarak waktu berobatnya?

Aku berobat setiap 3 minggu sekali.

Jadi, selesai berobat kapan, dong?

Kalau lancar, paling cepat satu tahun. Mungkin selesainya Desember 2022.

Kalau lagi imunoterapi, boleh berkunjung, gak?

Wah, aku sangat menghargai keinginan teman-teman untuk menjengukku. Sayangnya, kalau lagi imunoterapi, aku gak bisa dikunjungi. Soalnya, obat imunoterapi bersifat toxic sehingga kurang aman untuk orang-orang. Untuk perawatan pun, aku dipisahkan dari pasien biasa. Jadi, kita ketemunya secara virtual aja, ya!

Kapan mulai berobat?

Akhirnya, setelah penantian panjang, aku memulai imunoterapi pertamaku. Aku mulai rawat inap pada 15 Desember 2021 dan keluar 18 Desember 2021. Jadi, ini timeline-nya:

  • 15 Desember 2021: transfusi darah (sore)
  • 16 Desember 2021: transfusi darah (pagi)
  • 17 Desember 2021: kemoterapi (mulainya sore sampai malam)
  • 18 Desember 2021: keluar dari RS

Aku harap untuk imunoterapi kedua, aku gak perlu transfusi darah lagi. Selain habisin waktu, habisin duit, ribetin orang juga (karena sempat broadcast nyari darah 2 kantong padahal udah malam).  Terima kasih sebesar-besarnya untuk teman-teman yang sudah mau mendonorkan darah!

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk berobat satu kali?

Sebagai catatan, untuk satu kali imunoterapi, aku butuh 2 botol obat Adcetris. Untungnya, aku mendapat keringanan biaya obat dari perusahaan Takeda (penyedia obat Adcetris). Jadi, untuk treatment pertama, aku hanya perlu membayar biaya 1 botol obat.

Ini dia biaya yang kukeluarkan untuk treatment imunoterapi pertama:

  • Biaya obat Adcetris 1 botol: Rp57.003.300,-
  • Biaya RS dan obat-obatan lain: Rp13.130.700,-
  • Total: Rp70.134.000,-
  • Selain itu, aku juga masih mengeluarkan biaya konsultasi ke dokter dan biaya suntik obat (Rp200.000,- per kunjungan).

Bagaimana kondisi setelah berobat?

Update per 20 Desember 2021, ini dia yang kurasakan setelah menjalani satu kali imunoterapi:

  • Sedikit mual, tapi masih bisa ditahan dengan obat.
  • Mencret 🙁
  • Nafsu makan cukup bagus (kayaknya sih karena bantuan obat).
  • Sebelum pengobatan, kaki kiriku cepat sakit (padahal cuma duduk belasan menit). Setelah imunoterapi, kakiku tidak sakit lagi!
  • Sudah beberapa hari tidak demam.
  • Ukuran perut masih besar sebelah (ya, namanya juga baru imuno 1x, wajar kalau mengecilnya perlahan).
  • Tangan bengkak (efek infus).

About Me

Seorang pecinta kata dan nada. Telah berkecimpung di dunia kepenulisan selama 10 tahun. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

Yuk Bantu Aku Sembuh dari Kanker!

Donasi HANYA via rekening:
BNI a.n. Vivi Yunika 0637-207-898
BCA a.n. Vinny Marviani 4971-489-141
Dan melalui link kitabisa.com/bantuvivisembuh Donasi Kanker

Category

Day by Day

Member of:

2 Comments

  1. Sya-chan

    Semoga dengan imunoterapi kali pertama ini menjadi sebuah jalan mulus menuju kesembuhan kak Vivi ^^

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *