Madurasa untuk Anak Bangsa: Enak Dirasa, Khasiat Luar Biasa

Berteman dengan Lingkungan Kotor

Beberapa hari lalu, saya baru berkunjung ke rumah keluarga besar. Paman saya tersebut tinggal dengan beberapa anak beserta menantunya, lengkap dengan cucu-cucunya yang jika dikumpulkan rasanya sudah seperti murid di sebuah kelas. Rumahnya cenderung luas tetapi tak terurus dengan baik. Lantai kotor penuh remah-remah makanan, mainan anak kecil bertebaran, hingga dinding yang penuh coretan warna-warni.

Ilustrasi rumah yang kotor

sumber: rumahnisya (dengan pengubahan)

Ngeri-ngeri sedap rasanya jika saya berkunjung ke sana. Bukannya apa, saat ini saya sedang menjalani masa kemoterapi. Kondisi kekebalan tubuh saya pun menurun sehingga mudah terkena kuman. Bahkan, untuk pergi ke tempat umum saja saya jadi agak ragu. Lebih baik mencegah diri sendiri sakit daripada nantinya kesulitan saat benar-benar terjangkit virus.

Orang tua saya sibuk berbincang dengan paman dan bibi saya. Saya cenderung diam, mendengarkan obrolan, sembari menimpali sesekali saat ditanya. Mata saya juga terfokus pada lincahnya gerak-gerik cucu paman saya yang rata-rata umurnya berkisar antara satu hingga sepuluh tahun.

Saat itu, ruang tamu yang langsung menyatu dengan ruang santai tanpa ada penyekat membuat saya dapat memperhatikan lucunya perilaku mereka. Karena saya anak bungsu, saya jarang berinteraksi dengan anak kecil. Salah satu di antara mereka pun mendekati saya, seolah mengajak bermain. Rasanya gemas sekali. Meskipun begitu, saya agak sedikit ragu memegang bonekanya yang terlihat sangat buluk. Sudah berapa lama semenjak bonekanya dibersihkan? Bayang-bayang benda yang kotor membuat saya was-was.

Sayangnya, belum sempat bermain, meski saya sedikit lega (untunglah saya belum memegang boneka kotor tersebut), sang ibu datang membawakan makan sore untuk anaknya. Sambil menyuapi bocah perempuan tersebut makan, ia duduk di dekat saya.

Sekali lagi saya meneguk ludah. Mungkin karena sudah memahami daya tahan tubuh saya yang tidak bagus, saya jadi sensitif jika soal kebersihan. Kala itu, anak tersebut terlihat makan dengan lahap meskipun lingkungan sekitarnya kotor dan berantakan. Ya, namanya juga masih kecil. Akan tetapi, dengan kondisi yang tidak kondusif seperti itu, bukankah anak-anak mudah jatuh sakit?

Ilustrasi anak sakit

sumber: clipdealer (dengan pengubahan)

Usai si kecil menyantap makanan di piringnya tanpa rewel, saya pun melihat ibunya masuk ke dapur dan kembali lagi menggenggam sebuah botol bertutup kuning. Sepupu saya menuangkan sesuatu yang terlihat seperti obat, lalu meminta anak tersebut menelannya sebanyak satu sendok takar.

“Itu apa?” tanyaku, tak dapat menahan rasa ingin tahu.

“Oh, ini,” ujarnya seraya menutup botol obat tersebut. “Ini madu,” lanjutnya.

“Madu?” tanyaku lagi.

Sepupu saya pun menjelaskan bahwa ia rutin memberi anak-anaknya santapan madu setiap hari. Dulu, ia memang tak menganggap hal tersebut penting. Akan tetapi, setelah beberapa anaknya sakit silih berganti, ia pun mencoba mencari solusi terbaik, yakni dengan memberikan anak multivitamin agar sehat dan kuat. Selain menjadi lebih sehat, ternyata nafsu makan anak-anak pun meningkat.

Saya mengangguk setuju. Benar, apalagi di akhir tahun seperti ini, cuaca sungguh tidak menentu, seiring datangnya musim pancaroba. Kadang-kadang hujan lebat atau bahkan hujan panas. Sering pula matahari bersinar terik, seakan membakar kulit. Apalagi, kami tinggal di Pontianak yang dekat dengan garis khatulistiwa. Cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh tentunya dengan menjaga asupan nutrisi.

Ilustrasi musim hujan

sumber: mtf-autoloan (dengan pengubahan)

Nasihat Agar Anak Sehat

Jika ingin merawat anak supaya tetap sehat, maka ada beberapa hal yang wajib dilakukan dan diajarkan kepada anak. Kebiasaan seperti mencuci tangan dengan sabun, punya waktu tidur yang cukup, menyeimbangkan antara santai dan beraktivitas (dalam artian tidak baik jika bermain terus-menerus tanpa istirahat, juga sebaliknya tidak baik jika anak hanya berbaring seharian), serta tak lupa pula butuh asupan nutrisi yang cukup.

Agar asupan nutrisi anak tetap seimbang, orang tua harus jeli dan bijak menyesuaikan apa yang anak konsumsi. Jika anak masih kecil dan kerap beraktivitas di rumah, maka sudah pasti orang tua memiliki pengawasan penuh. Menu masakan harus diseimbangkan antara karbohidrat, protein, lemak, serta tak lupa juga vitamin dan mineral.

Ilustrasi gizi seimbang

sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kebanyakan anak kecil sulit memakan sayur, mungkin karena rasanya memang kalah pamor dibandingkan gorengan menggoda seperti ayam goreng, nugget, sosis, dan lain sebagainya. Padahal, jika tidak dibiasakan, berbahaya bagi tubuh anak sendiri suatu hari nanti.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya sendiri termasuk anak yang sangat rewel soal makanan. Sayur yang ingin disantap bisa dihitung dengan jari. Banyak sekali lauk yang tak saya sukai, sehingga orang tua saya sampai habis akal bagaimana menjaga pola makan saya tetap sehat. Ketika memasuki masa sekolah, saya hampir tidak pernah membawa bekal dari rumah. Kebiasaan buruk saya pun dimulai. Namanya juga anak-anak, saya suka sekali dengan yang namanya jajanan. Mulai dari makanan ringan yang diproduksi pabrik hingga jajanan yang dijual abang-abang di pagar sekolah, semuanya sudah menjadi ‘sahabat’ saya.

Ilustrasi jajanan

sumber: bakingbusiness (dengan pengubahan)

Nyatanya, apa yang kita konsumsi sehari-hari memang bisa jadi belum berpengaruh secara langsung. Akan tetapi, bertahun-tahun setelahnya, barulah kita menyesali semua tindakan pilih-pilih makanan dan suka jajan sembarang tersebut. Bukannya apa, saya didiagnosis menderita kanker ketika masih duduk di kelas 3 SMA. Penyakit yang sangat mematikan, yang terjadi didominasi oleh faktor lingkungan—salah satunya dari asupan gizi.

Sudah telat bagi saya untuk kembali ke masa lalu dan menasihati diri sendiri. Maka dari itu, saya tidak ingin sobat mengalami kejadian yang sama. Ajarilah anak dengan benar agar bisa mencintai sayur serta gaya hidup sehat.

Merawat Anak Supaya Kuat

Supaya anak sehat dan kuat, terkadang menjalani gaya hidup yang baik saja masih tidak cukup. Ada kalanya ‘kejahatan’ mengintip. Maka dari itu, anak perlu tambahan multivitamin.

Usai pulang ke rumah setelah berkunjung dari rumah paman, karena penasaran, saya pun mencari tahu tentang produk yang diberikan sepupu saya untuk anak-anaknya. Informasi bertebaran di internet. Mata saya tertuju dengan produk madu dari sebuah brand yang sama, tetapi memiliki banyak varian.

Ialah Madurasa, pelopor produsen madu bermerek pertama di Indonesia. Madurasa yang telah diluncurkan pada tahun 1984 ini ternyata terdiri dari berbagai produk seperti Madurasa Murni, Madurasa Premium, Madurasa Original, Madurasa Jeruk Nipis, Madurasa Kurma, hingga yang telah saya lihat sebelumnya di rumah sepupu saya, yakni Madurasa Fitkidz.

Ilustrasi produk Madurasa

sumber: Madurasa (dengan pengubahan)

Saya baru tahu ternyata madu saja bisa dibuat menjadi berbagai varian rasa. Tentunya sangat menarik bagi konsumen. Akan tetapi, ada satu yang paling membuat saya penasaran, yaitu Madurasa Fitkidz. Memangnya berbeda, ya, madu untuk anak-anak dan orang dewasa?

Ternyata, Madurasa Fitkidz mengandung beragam vitamin yang cocok bagi tumbuh kembang anak, loh. Madurasa Fitkidz cocok dikonsumsi untuk anak berusia 1-12 tahun.

Usut punya usut, ternyata produk Madurasa yang diproduksi PT Madurasa Unggulan Nusantara ini memiliki pemisahan produk antara madu orang dewasa maupun anak. Madu khusus anak dari Madurasa ialah Fitkidz multivitamin anak. Adapun perbedaannya terletak pada kandungan yang memang ditujukan khusus untuk tumbuh kembang anak.

Kandungan dan Dosis Madurasa Fitkidz

Kandungan Madurasa Fitkidz telah disusun sedemikian rupa agar dapat menambah nutrisi anak secara maksimal. Madu sebagai pemeran utama dalam produk Madurasa Fitkidz ini bertabur manfaat. Kaya akan antioksidan, madu memiliki efek antibakteri serta menambah kekebalan tubuh anak. Selain itu, madu mengandung gula alami berupa fruktosa dan glukosa yang menjadi tambahan energi. Lebih kerennya lagi, berdasarkan penelitian, madu bisa meredakan batuk-pilek pada anak. Kandungan probiotik alami pada madu juga membuat madu mampu meredakan gangguan pencernaan.

Selain itu, adanya ekstrak kurma berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Tidak hanya itu, ada pula ekstrak jahe yang berfungsi sebagai antiradang. Madurasa Fitkidz juga dilengkapi dengan lysine yang membantu pertumbuhan anak, ekstrak meniran yang juga menguatkan kekebalan tubuh, DHA sebagai nutrisi penting bagi otak dan saraf, serta EPA yang bisa mencegah penumpukan trombosit.

Madurasa Fitkidz telah dilengkapi beragam vitamin mulai dari vitamin C, B1, B2, B6, dan B12. Vitamin C dikenal dapat mencegah sariawan dan berbagai penyakit lainnya. Begitu pula fungsi vitamin B kompleks yaitu menjadi koenzim dalam mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi.

Ilustrasi kandungan produk Madurasa

sumber: dokumen pribadi

Rasa Madurasa Fitkidz digemari oleh anak-anak, terlebih lagi diberi perisa jeruk alami. Multivitamin Madurasa Fitkidz ini aman diminum setiap hari. Walau begitu, jangan biarkan anak meminum Madurasa Fitkidz tanpa aturan, ya. Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh punya sistem untuk membuang vitamin yang berlebih. ‘Kan, sayang, sudah diminum malah terbuang percuma. Makanya, ada takaran yang perlu diperhatikan.

2 kali/hari sebanyak 1 sendok takar (15ml)

untuk anak 7-12 tahun

Ilustrasi menuang multivitamin

sumber: vectorstock (dengan pengubahan)

1 kali/hari sebanyak 1 sendok takar (15ml)

untuk anak 1-6 tahun

Kisah Sendu Madu

Meskipun memiliki banyak manfaat, perlu diingat bahwa madu tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah satu tahun. Hal ini dikarenakan madu mengandung bakteri Clostridium botulinum. Bagi anak bayi yang umurnya belum genap setahun, sistem pencernaan mereka belum mampu menghadapi bakteri ini. Akibatnya sangat berbahaya, yaitu bisa terjangkit penyakit botulisme.

Sekilas info, botulisme merupakan kondisi keracunan dan dapat mengancam nyawa. Racun ini menyerang sistem saraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan otot. Jika tidak ditangani, racun ini juga bisa menimbulkan kelumpuhan otot pernapasan. Untuk itulah, pada setiap produk Madurasa Fitkidz, dituliskan pada produk ini hanya cocok untuk anak berusia 1-12 tahun (jika di atas 12 tahun sudah dapat mengonsumsi Madurasa untuk dewasa).

Infografis botulisme

sumber: Kementerian Kesehatan Malaysia (dengan penerjemahan)

Jadi, Mengapa Harus Memilih Madurasa Fitkidz?

1. Kualitas Terjamin

Madurasa berhasil meraih gelar TOP BRAND sejak tahun 2009 untuk kategori madu. Selain itu, PT Madurasa Unggulan Nusantara memiliki sertifikasi ISO tentang sistem manajemen mutu serta manajemen keamanan pangan. Madurasa menerapkan standar GMP (Good Manufacturing Practice) dalam setiap proses produksi. Jadi, produk yang diluncurkan Madurasa sudah terjamin mutunya.

sumber: dokumen pribadi

2. Sudah Bersertifikasi Halal dan BPOM

Negara Indonesia mayoritas berpenduduk muslim. Oleh karena itu, Madurasa juga mengujikan seluruh produknya ke MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan mendapatkan sertifikat HALAL. Madurasa Fitkidz juga tersertifikasi BPOM. Kita sebagai konsumen pun tidak perlu ragu dengan bahan baku yang digunakan.

sumber: dokumen pribadi

3. Madurasa Fitkidz, Fit Itu Asik!

Siapa bilang sehat pasti harus melewati proses yang tak menyenangkan? Produk Madurasa Fitkidz ini disukai oleh anak-anak karena rasanya yang enak, jadi orang tua tak perlu bersusah payah meminumkan produk multivitamin ini pada buah hati. Enak di mulut, enak di tubuh, pula. Si kecil pun jadi lebih sehat dan kuat.

Ilustrasi ibu memberikan anak Madurasa Fitkidz

sumber: freepik (dengan pengubahan)

4. Desain Produk Menarik

Pihak Madurasa sudah mendesain produk sedemikian rupa agar praktis dibawa ke mana-mana. Selain ukurannya yang kecil (140gr), bentuk botolnya juga dibuat tidak mudah tumpah. Pada mulut botol, terdapat lapisan pembatas sehingga produk hanya akan keluar jika botol ditekan. Selain itu, produk juga tersegel saat baru dibeli sehingga aman dan higienis.

sumber: dokumen pribadi

5. Banderol Harga Terjangkau

Sehat itu murah, sakit itu mahal. Saya setuju dengan ini karena semenjak saya sakit-sakitan, biaya yang dikeluarkan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Maka dari itu, anak-anak harus dijaga kesehatannya sejak kecil. Sebotol produk Madurasa Fitkidz bisa kita dapatkan di toko obat maupun supermarket terdekat dengan harga sekitar Rp20.000 untuk ukuran 140gr.

sumber: Madurasa (dengan pengubahan)

Saat daya tahan tubuh melemah, kuman pun mencari mangsa.

Jangan biarkan ia berkuasa!

Lawanlah dengan produk Fitkidz dari Madurasa.

Kuman, virus, dan bakteri pun akan binasa.

Jadi, kau tak perlu merasa nelangsa.

Mulailah hari ini, jangan besok, apalagi lusa.

Berikan anak Madurasa yang luar biasa.

Anak tidak akan merasa terpaksa,

apalagi merasa tersiksa.

Sebab Madurasa Fitkidz enak tanpa perlu tambahan banyak perisa,

terasa manis dengan fruktosa dan glukosa.

Satu sendok Madurasa pun habis tak bersisa.

Anak akan menjadi sehat sentosa.

Ceria bermain, bahkan hingga berdansa.

Anak pun beraktivitas dengan leluasa,

dengan senyum ceria dan cita-cita setinggi angkasa.

Demi kesehatan seluruh anak bangsa,

Madurasa Fitkidz sungguh berjasa.

DISCLAIMER: Isi tulisan artikel ini berada di luar tanggung jawab PT. Madurasa Unggulan Nusantara.

Tags: #fitkidzfitituasik, #maduyamadurasa, #madurasaFitkidz

JEJAK-JEJAK TERAKHIRKU

Lawan Corona dengan Karantina Bermakna

MenuHomeContactBlog PostsMy Cancer StoryMy Achievements-Menulislah, Maka Kau Tak Akan Hilang dari Peradaban-'Karantina' yang Merana“Bangun lagi, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi. Banguuuun... tidur lagi!”Apa sobat familiar dengan cuplikan lagu di atas? Saya sendiri...

Edukasi, Amunisi Perempuan dalam Mengembangkan Potensi Diri

-Menulislah, Maka Kau Tak Akan Hilang dari Peradaban-Menu Home Contact Blog Posts My Cancer Story My Achievements Edukasi, Amunisi Perempuan dalam Mengembangkan PotensiSusila dalam PancasilaMasih teringat di benak saya tentang rutinitas Senin pagi yang dijalani setiap...

Sesungguhnya, Pengobatan Belum Selesai ….

“Pengobatan sudah selesai. Saya sudah sembuh.” Selalu itu yang saya ucapkan saat ada yang menanyakan bagaimana perkembangan kesehatan saya. Semua terdengar lebih simpel, mudah, dan tentunya indah. Padahal, pada kenyataannya, apa yang terjadi tak sesederhana itu....