-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

Jangan Buang Peluang, Mari Menulis dan Rasakan Dampak Manis

Oct 10, 2020 | Blog Competition

Lagi-Lagi Menang Lagi

“Wah, selamat! Keren banget, sering menang!”

“Enggak kuat lihat kamu menang, enggak tanggung-tanggung, loh!”

Congrats again! Now that I think about it, apa kamu itu salah satu manusia yang namanya dipanggil berkali-kali pas upacara karena menang lomba?”

Ucapan dari Teman

Kira-kira begitulah kurang lebih ucapan yang saya terima setiap kali mem-posting pencapaian yang saya raih. Akhir-akhir ini, saya memang gencar banget menulis dan mengikuti beragam lomba blog. Oleh karena itu, ketika ada lomba yang berhasil nyantol alias menjadikan saya sebagai pemenangnya, saya segera membagikan berita sukacita tersebut di akun sosial media. Tujuannya, selain berbagi kebahagiaan, syukur-syukur kalau bisa memotivasi orang lain.

Meskipun sebenarnya di balik layar saya lebih banyak kalah daripada menangnya, tetap saja ada kepuasan sendiri saat melihat nama bisa bertengger di jajaran pemenang. Seandainya saya kalah lomba pun, saya tetap legowo dan mencoba untuk lebih baik lagi ke depannya. Karena memang suka menulis, saya tak merasa berat hati walaupun nama saya sering tak tercantum sebagai pemenang. Selama bisa mengasah kemampuan menulis sekaligus menyalurkan hobi, mengapa tidak?

 

Terlambat Memulai

Sejujurnya, saya merasa menyesal kenapa baru akhir-akhir ini fokus nge-blog. Pertama kali saya menyentuh dunia blog saat masih bocah, yakni pada umur 11 tahun. Saat itu, saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar hanya memanfaatkan situs blogging gratisan. Mungkin karena pada zaman tersebut saya masih blogging menggunakan ‘hape kentang’, saya pun jadi malas mengetik dan lama-kelamaan menyerah. Tentu sobat tahu, bukan, telepon bertipe candybar yang saat mau mengetik huruf saja harus dipencet berulang kali? Karena malas, blog saya tersebut resmi ditelantarkan.

Beranjak naik ke bangku sekolah menengah pertama, hasrat blogging kembali menggebu. Saat itu, saya kembali membuat blog gratisan dengan URL (alamat website) yang super alay. Isinya pun tak kalah lebay, mulai dari fan fiksi (kisah fiksi dengan menggunakan artis Korea sebagai pemerannya) hingga kover fan fiksi (poster cerita) editan saya sendiri yang norak abis. Akan tetapi, seperti peribahasa ‘hangat-hangat tahi ayam’, saya pun tidak serius menjalankannya. Alhasil, beberapa lama kemudian, blog pun terbengkalai.

Riwayat Blogging

Saya kembali menulis sejak setahun yang lalu. Pada masa tersebut, saya jatuh sakit dan harus menjalani perawatan berupa kemoterapi selama setahun. Di sela-sela waktu, saya memanfaatkan kegabutan saya untuk kembali produktif. Setelah mengikuti beragam lomba, saya tersadar bahwa selama ini saya memiliki potensi dalam dunia kepenulisan. Masih banyak juga hal yang bisa saya gali dari blogging. Mengapa tidak dari dulu saya berkomitmen untuk serius? Terdapat sedikit penyesalan karena saya baru fokus menyelami dunia tulis-menulis akhir-akhir ini. Bayangkan, jika dari dulu saya sudah menekuninya, akan seperti apa saya dalam versi tersebut di masa kini?

 

Matangkan Rencana, Hindari Bencana

Tersendat di tengah jalan saat menulis merupakan bencana besar bagi bloger, sebutan dari orang yang mengelola dan membuat artikel blog. Berbagai alasan mulai dari writer’s block (saat pikiran sedang buntu hingga tak bisa menghasilkan tulisan), kesibukan di dunia nyata yang membuat blog mau tak mau terbengkalai, hingga hal sepele seperti rasa malas, nyatanya bisa menjadi bencana bagi keberlangsungan hidup blog.

Bayangkan saja, jika blog terlalu lama tidak diperbarui, pengunjung setia pasti jadi kecewa. Bukan tak mungkin pada akhirnya satu per satu pembaca akan ikut menghilang. Segala jerih payah yang dilakukan demi membuat blog bertengger di posisi atas indeks Google, misalnya, juga bisa runtuh berantakan. Sementara itu, dengan perencanaan yang matang, maka blog bisa mendatangkan berbagai keuntungan!

Mulai dari Komitmen

Kata orang, memulai itu sulit. Namun, yang lebih sulit itu adalah melanjutkan apa yang sudah dimulai. Bukankah begitu? Banyak orang yang punya perasaan menggebu-gebu saat memulai sesuatu. Mungkin pikiran mereka seperti ini: “Aku mau mulai workout supaya punya bentuk tubuh ideal!” atau “Mulai menabung, ah!” atau bahkan juga, bagi para penulis, “Aku mau mulai nge-blog dan bikin tulisan secara rutin!”.

Akan tetapi, sayangnya, perasaan tersebut tidak disertai komitmen yang mendalam. Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai mencari alasan untuk tidak melakukan hal tersebut. Sibuk dan malas menjadi dua alasan terbesar. Alasan lainnya yang kerap ditemui para bloger yakni merasa blog yang dimilikinya hanya punya sedikit pengunjung, atau bahkan belum ada followers sama sekali. Banyak bloger pemula yang menyerah karena merasa usahanya sia-sia. Sudah susah payah meluangkan waktu, mencari ide, mengerahkan tenaga untuk menulis, kenapa blog masih sepi kayak kuburan?

Cara Survive di Dunia Blog

Sesungguhnya, hal tersebut merupakan hal yang sangat umum. Semua butuh proses. Kita butuh waktu untuk membangun blog yang dimiliki baik dari segi kuantitas artikel, penataan blog agar rapi dan menarik, serta banyak hal lainnya. Jangan lupa pula bahwa kualitas artikel sangat penting supaya pembaca betah berlama-lama di blog kita.

Membangun komitmen sangat penting untuk dilakukan. Jangan seperti peribahasa “hangat-hangat tahi ayam”, kita harus disiplin nge-blog. Selain sebagai sarana menyalurkan hobi, blog sebenarnya punya peluang yang besar untuk mendulang penghasilan!

 

Hal Manis dari Menulis

Sebagai seorang bloger (cie), sudah tentu kita perlu mengembangkan potensi diri. Untuk menambah pengetahuan, saya pun ikutan sharing dengan para bloger yang sudah malang melintang di dunia blogging sejak lama. Dari ke-25 seri webinar yang diadakan oleh IM3 Ooredoo dengan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), terdapat sebuah webinar yang berjudul Peluang Penghasilan dari Blog. Seri webinar ini pun diadakan sejak 25 Agustus hingga 3 Oktober 2020. Kalian bisa mengeceknya di akun sosial media IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), sebuah komunitas bloger yang aktif menjalankan berbagai program kepenulisan, mulai dari program rutin di grup Facebook, kerja sama dalam menulis buku, hingga membantu anggotanya dalam menerbitkan buku.

Webinar IM3 Ooredoo x IIDN

Webinar yang merupakan episode kesepuluh ini menggaet Indriyas Wahyuni, seorang bloger sekaligus virtual assistant. Berdasar penuturan Mbak Indri, kita bisa memperoleh penghasilan dari blogging. Buktinya, selama menekuni profesi sebagai bloger profesional sejak tahun 2016, Mbak Indri telah memperoleh 56 pekerjaan sesuai keahlian dengan total pendapatan lebih dari USD 10.000. Jumlahnya tentu masih akan terus bertambah hingga kini dan nanti.

Sudah ngiler? Merasa angka tersebut mustahil untuk dicapai? Eits, jangan salah! Ada banyak sumber penghasilan bagi bloger. Mbak Indri pun menyebutkan ada banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Pasalnya, berdasarkan data dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pengguna internet aktif di Indonesia mencapai angka 171 juta jiwa pada tahun 2019. Sementara itu, dari seratusan juta pengguna internet, terdapat 3 juta di antaranya yang merupakan bloger. Bahkan, berdasarkan riset dari Statista, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan berjumlah lebih dari 250 juta orang. Artinya, pangsa pasar dan peluang untuk blogging masih sangat besar. Jadi, apa saja yang bisa dilakukan agar seorang bloger bisa mendapat penghasilan?

Penghasilan dari Blog

 

Sisipkan Iklan

Berbicara tentang blog, pasti jalan termudah yang timbul di pikiran kita adalah dengan memasang iklan. Kita bisa memasang banner iklan di bagian sidebar blog secara manual maupun menggunakan fasilitas dari Google AdSense. Tentunya penghasilan ini besarannya tergantung dari traffic blog yang dimiliki. Semakin banyak pengunjung, tentu semakin besar kemungkinan iklan akan dilirik dan diklik oleh mereka.

Selain memasang iklan berbentuk banner, kita juga bisa menerima sponsored post. Umumnya, klien meminta kita untuk meletakkan artikel sesuai ketentuan yang diinginkannya, misalnya artikel dengan backlink yang mengarah pada laman klien tersebut. Bahkan, terkadang, ada juga sponsored post yang mewajibkan sang bloger untuk meliput kegiatan yang dilakukan. Biasanya, sih, urusan transportasi dan akomodasi juga ditanggung oleh pihak klien. Waduh, dapat kesempatan menulis sambil jalan-jalan, dibayar pula, kapan lagi coba?

Ada satu lagi yang mirip-mirip dengan sponsored post. Bedanya, kita diminta membuat review produk dari klien yang bersangkutan. Terkadang, ada klien yang memberikan produk secara cuma-cuma, ada pula yang bahkan masih memberi fee tambahan kepada bloger.

 

Beraksi dengan Afiliasi

Belum ada perusahaan yang mampir ke blog dan meminta kita untuk me-review produk? Tak perlu bersedih hati. Kita tetap bisa mendapatkan penghasilan, tetapi dengan cara yang berbeda. Memanfaatkan link afiliasi bisa sangat membantu kita dalam menambah penghasilan. Jadi, dengan link afiliasi, kita mempromosikan produk atau jasa dari suatu perusahaan. Saat membuat artikel, pastikan kita meletakkan link agar pembaca bisa menuju perusahaan tersebut. Nah, saat ada yang membeli jasa/produk, mengisi formulir dan lain sebagainya, atau bahkan cukup dengan mengeklik tautan, kita akan mendapatkan komisi yang langsung masuk ke rekening pribadi.

 

Jual Jasa dengan Melakukan yang Kita Bisa

Sebagai bloger, apa sih keahlian utama kita? Menulis? Sudah tentu itu harus. Lantas, bagaimana jika kita mengembangkan kemampuan menulis ini untuk menambah penghasilan? Kita bisa menawarkan jasa penulisan konten yang bayarannya bisa didiskusikan dengan klien. Pengalaman saya sendiri, ada banyak situs freelance yang mencari content writer. Saya pun pernah beberapa kali menjadi freelance content writer, mulai dari menulis artikel hingga menyusun kaliman untuk landing page.

Sementara itu, jika sobat memiliki keahlian seperti membuat infografis ciamik, paham betul dengan SEO, jago web design, bahkan menguasai bahasa asing, kita bisa juga menjual kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam bentuk jasa. Bahkan, jika sudah malang-melintang di dunia kepenulisan dan punya banyak portofolio, kita bisa membuka kelas kepenulisan berbayar. Sambil berbagi ilmu, kita pun mendapat pemasukan.

Salah satu pekerjaan freelance yang keren banget ini yakni menjadi virtual assistant seperti yang dilakoni Mbak Indri. Adapun lingkup pekerjaannya meliputi penguasaan terhadap backlink, database, blog traffic, hingga social media content. Intinya, semakin berkualitas skill yang kamu miliki, maka semakin tinggi pula nilai kita di mata klien.

 

Jual Produk Cukup dengan Duduk-Duduk

Selain menjual jasa, kita bisa memanfaatkan blog sebagai wadah promosi produk yang kita miliki. Tidak hanya berupa produk digital yang bisa diunduh (misalnya berjualan infografis, ebook, ataupun membership), kita bahkan bisa memasarkan produk fisik. Alangkah baiknya jika produk yang kita jual sesuai dengan niche atau tema blog kita. Kalau blog kita tentang parenting, maka kita bisa menjual barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan anak.

 

Coba untuk Ikut Lomba

Tips kali ini merupakan hal yang paling sering saya lakukan. Ya, saya kerap ikut serta berbagai lomba blog. Mulai dari yang temanya tentang kesehatan mental, teknologi, bahkan hal-hal unik seperti membahas marmer pun sudah pernah saya lakukan. Selain menambah pengetahuan, saya pun merasa tertantang untuk ikut lomba blog. Istilahnya, jika dijejerkan dengan bloger lainnya (yang notabene sudah profesional dan bukan abal-abal seperti saya, haha), ada di urutan berapa saya saat ini?

Meski (sebenarnya) saya lebih sering kalah daripada menangnya, ada kepuasan tersendiri tiap kali saya berhasil menang. Artinya, penulisan saya sudah bisa menarik hati pembaca. Bonusnya, tabungan pun jadi bertambah. Namun, ketika kalah, saya pun langsung ikutan membaca karya pemenang, belajar dari mereka, seperti apa membuat artikel yang menarik. Biasanya, berdasarkan artikel peserta lomba yang saya baca, rata-rata menarik semua, sih. Bukan berarti tidak menang berarti tulisan kita tidak berkualitas. Bukan berarti juga jika menang artinya kita adalah yang terbehat. Hanya saja, memang, juri punya sudut pandang yang berbeda dalam menilai suatu karya. Jadi, jangan takut untuk mencoba dan bersaing dengan bloger lain.

 

Blogging Sudah Niat, Internet Lambat Bikin Minggat

Setelah mengumpulkan niat, kita pun tentu mulai menulis. Akan tetapi, ketika tiba saatnya untuk melakukan research data, materi, atau bahkan saat mau mulai memindahkan draft tulisan ke blog, satu kendala pun muncul: internet lelet seperti siput! Niat menulis yang awalnya menggebu-gebu terbakar habis menjadi abu. Kalau sudah begini, mau tak mau kita butuh provider yang bisa menyediakan jaringan stabil.

Salah satu provider terbaik yang tidak hanya punya jaringan stabil, tetapi juga paket internet yang menarik adalah IM3 Ooredoo. Saya ingat jelas, bertahun-tahun IM3 pernah meluncurkan paket Yellow yang sangat menggoda. Kali ini, IM3 datang dengan tawaran paket baru. Provider yang dulu bernama Indosat IM3 ini baru saja meluncurkan produk IMPreneur yang sangat cocok untuk para entrepeneur, termasuk para bloger.

IMPreneur

Paket IMPreneur ini diperuntukkan bagi pelaku SME (Small Medium Enterprises) sehingga mereka dimudahkan dalam berkomunikasi dengan karyawan. Ada banyak hal yang ditawarkan paket IMPreneur ini. Fitur yang tersedia antara lain bisa membagikan kuota ke 20 orang berbeda hingga kemudahan menelepon ke anggota tim yang menggunakan operator lain.

IMPreneur

Selain itu, kita juga bisa memberikan akses pada aplikasi harian mulai dari beragai aplikasi e-commerce, e-money, hingga media sosial. Paket IMPreneur bahkan bisa digunakan untuk keluarga atau komunitas, tidak terbatas pada perkantoran. Sesuaikan saja fitur dengan kebutuhan yang ada. Dengan begini, kita bebas mengatur kebutuhan kuota internet tiap bulan. Baik dari segi kualitas, harga, hingga pelayanan purna jual, IM3 Ooredoo bisa diacungi jempol.

 

Jangan Sia-Siakan Peluang, Lakukan Blogging di Sela Waktu Luang

Bagaimana, sobat? Sudah ngiler, atau justru sudah siap untuk mengejar peluang untung dari blog? Meskipun profesi bloger terkadang kurang terkenal jika dibandingkan dengan vlogger atau selebgram, sebenarnya menjadi bloger punya peluang yang sangat besar. Jangan mau tertinggal, mari mencoba meskipun harus terjungkal. Ingat, keberhasilan adalah rumus dari kemampuan, kemauan, serta usaha.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging.

About Me

Gadis kelahiran 2000 yang menjadi cancer survivor sejak usia 17 tahun. Karena tak tahu hingga kapan akan bertahan, ia pun mulai meninggalkan jejak-jejak berupa tulisan. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

What’s in My Blog?

Day by Day

Member of:

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *