-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

Jenis Kanker Darah

Feb 19, 2020 | Health, Lifestyle

Setiap kali saya ditanya sakit apa, dan menjawab kanker darah, maka respons orang akan seperti ini: “Oh, leukemia, ya?”

Mungkin, bagi mereka, kanker darah adalah leukemia. Padahal, leukemia hanyalah satu dari beberapa jenis kanker darah. Saya semasa kecil pun sama seperti mereka, tak tahu-menahu tentang jenis penyakit. Kalau kanker darah, ya leukemia. Baru setelah saya sakit, saya pun mencari informasi lebih banyak tentang apa yang saya derita. Namanya limfoma, salah satu jenis kanker darah juga, saudaranya leukemia. Hanya saja, gejala serta penanganannya juga berbeda.

Kanker darah adalah jenis penyakit di mana sel darah tumbuh tidak terkontrol. Sel-sel yang ada tidak dapat berfungsi dengan baik dan mengganggu produksi sel darah lain. Kanker darah sendiri sebenarnya terdiri dari tiga jenis (yang masih punya subjenisnya, alias beranak-cucu banyak sekali), yakni leukemia, limfoma, dan mieloma.

 

Leukemia

Leukemia merupakan kanker yang berasal dari sel darah putih. Sel darah putih sendiri terbentuk di sumsum tulang. Sel darah putih yang belum matang ini terus membelah dengan cepat, sehingga terbentuk banyak sel darah putih yang tidak sempurna. Fungsi sumsum tulang pun menjadi terganggu.

Leukemia dibagi menjadi 2 jenis jika ditinjau dari perkembangan penyakitnya. Jenis pertama yaitu leukemia akut, di mana kanker berkembang dengan sangat cepat. Sementara, jenis lainnya yakni leukemia kronis, di mana sel kanker berkembang secara lambat sehingga butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya gejala sakit muncul.

Berdasarkan jenis sel darah yang dipengaruhi, leukemia terbagi menjadi 4, yakni ALL (Acute lymphoblastic leukemia), AML (Acute myeloid leukemia), CLL (Chronic lymphocytic leukemia), dan CML (Chronic myeloid leukemia).

 

ALL (Acute lymphoblastic leukemia)

ALL umumnya terjadi saat seseorang masih anak-anak, berusia sekitar 3-5 tahun. Kanker ALL ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan. Sebanyak 90% pasien dapat disembuhkan dan memiliki harapan hidup setidaknya 10 tahun. ALL bermula di sel darah putih jenis limfosit.

 

AML (Acute myeloid leukemia)

AML lebih banyak didapati pada pasien berusia di atas 65 tahun. Risiko seseorang memiliki AML hanya 0,5%. AML pun masih punya subtipe yang dipisahkan berdasarkan jenis mutasi sel yang terjadi. Gejala AML antara lain mudah lelah, nyeri sendi dan tulang, penglihatan menjadi kabur, timbul gangguan keseimbangan, mudah memar atau muncul ruam pada kulit, kejang, hingga mimisan.

 

CLL (Chronic lymphocytic leukemia)

CLL, berdasarkan namanya, merupakan leukemia jenis kronis. Artinya, gejala baru muncul cukup lama setelah seseorang mengalami CLL. Akan tetapi, dokter mengklasifikasi CLL berdasarkan tingkat kecepatannya, yakni CLL yang berkembang sangat lambat dan CLL yang berkembang lebih cepat. CLL biasa terjadi pada orang dewasa. CLL pun terbagi lagi menjadi PLL (prolymphocytic leukemia), LGL (large granular lymphocyte), dan HCL (hairy cell leukemia), tergantung dari bentuk sel yang mengalami perubahan.

 

CML (Chronic myeloid leukemia)

CML merupakan kanker darah yang terjadi pada sel myeloid (cel yang membuat sel darah merah, platelet, dan mayoritas jenis sel darah putih, kecuali limfosit). Perubahan abnormal ini umumnya berlangsung lambat, tetapi bisa tiba-tiba berubah menjadi ganas dan cepat berkembang. Biasanya, CML juga terjadi pada orang dewasa.

 

Limfoma

Limfoma, seperti yang saya alami, merupakan kanker yang bermula pada sel darah putih jenis limfosit. Limfosit sendiri berperan dalam melawan infeksi bakteri atau virus. Limfosit tersebar di berbagai area tubuh, seperti nodus limfa, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya. Maka dari itu, biasanya orang-orang juga mengatakan bahwa limfoma adalah kanker kelenjar getah bening. Padahal, yang bermasalah sendiri adalah limfositnya (yang letaknya di kelenjar getah bening).

Kanker limfoma dikategorikan dalam 2 jenis utama, yakni hodgkin dan non-hodgkin. Limfoma non-hodgkin lebih sering terjadi, sementara kasus limfoma hodgkin lebih langka. Keduanya memiliki penanganan yang berbeda dan menyerang sel limfosit yang berbeda pula. Pada limfoma hodgkin, terdeteksi adanya sel Reed Sternberg, yakni sel raksasa berinti dua. Sel ini tidak ditemukan pada limfoma non-hodgkin.

Untuk mengerti limfoma lebih jauh, kita harus mengerti pula sistem limfatik. Sistem ini berperan dalam melawan infeksi dan penyakit lainnya. Sistem limfatik umumnya terdiri dari sel darah putih jenis limfosit. Ada 2 jenis limfosit yang utama, yakni sel B (limfosit B) dan sel T (limfosit T). Sel B berperan menciptakan antibodi untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus. Sementara itu, sel T berperan menghancurkan sel abnormal di tubuh. Limfoma hodgkin umumnya bermula dari mutasi limfosit sel B.

 

Limfoma Hodgkin

Limfoma hodgkin memiliki beberapa subtipe yang bertumbuh dan tersebar di area yang berbeda. Subtipe tersebut antara lain cHL (classic hodgkin lymphoma) dan NLPHL (nodular lymphocyte-predominant hodgkin lymphoma).

 

cHL (classic hodgkin lymphoma)

cHL terbagi lagi menjadi beberapa jenis, antara lain NSCHL, MCCHL, LrHL, LdHL, yang semuanya memiliki ciri khas berbeda-beda.

Ada NSCHL (nodular slerosis hodgkin lymphoma) yang merupakan kasus paling umum, biasa terjadi pada remaja maupun dewasa muda. Biasanya, limfoma jenis ini bermula dengan benjolan di leher. Persis seperti yang terjadi pada saya. Sobat bisa baca kisah kanker saya di sini.

Selain itu, ada MCCHL (mixed cellularity hodgkin lymphoma), yang biasa terjadi dengan orang-orang yang terjangkit virus HIV.

Ada pula LrHL (lymphocyte-rich hodgkin lymphoma) yang jarang terjadi. LrHL terjadi pada tubuh bagian atas.

Subtipe terakhir cHL adalah LdHL (lymphocyte-depleted hodgkin lymphoma), yang juga langka terjadi. Biasanya, LdHL terjadi pada orang lanjut usia yang terinfeksi HIV. LdHL merupakan tipe limfoma yang lebih agresif. Umumnya, letak pertama ditemukannya limfoma yakni di area perut, limpa, hati, dan sumsum tulang.

 

NLPHL (nodular lymphocyte-predominant hodgkin lymphoma)

NLPHL adalah subtipe utama limfoma hodgkin yang hanya terjadi 5% dari seluruh kasus yang ada. Sel kanker pada NLPHL berukuran besar dan berbentuk seperti popcorn. NLPHL dapat terjadi pada orang dengan usia berapa pun, tetapi lebih umum terjadi pada pria. NLPHL berkembang lambat.

 

Beralih pada limfoma non-hodgkin, limfoma jenis ini juga umumnya bermula pada limfosit sel B. Terdapat beberapa jenis limfoma non-hodgkin, seperti indolent lymphoma (limfoma yang berkembang lambat), aggresive lymphoma (limfoma yang berkembang cepat), dan mantle cell lymphoma (hanya terjadi 2-10% dari seluruh kasus limfoma non-hodgkin dengan tingkat harapan hidup 10 tahun hanya 5-10%).

 

Mieloma

Mieloma adalah kanker sel plasma. Jika tadi sudah mengetahui tentang limfosit sel B dan sel T, maka mieloma ada hubungannya dengan salah satu dari mereka, yakni sel B. Saat sel B merasakan ada infeksi pada tubuh, sel B pun berkembang menjadi sel plasma. Sel plasma bertugas menciptakan antibodi yang membunuh ancaman di dalam tubuh. Ketika sel plasma terus berkembang tak terkontrol, terjadilah kanker mieloma.

 

Penanganan Terbaik Kanker Darah

Bagaimana, apa sobat sudah pusing dengan berbagai jenis kanker darah? Memang, kanker darah diklasifikasikan sedemikian rupa karena memiliki ciri khas, gejala, dan penanganan yang berbeda pula. Misalnya, meskipun sama-sama limfoma, tetapi nyatanya obat yang diperlukan untuk kemoterapi berbeda-beda. Bahkan, untuk satu jenis limfoma yang sama pun, ada beragam jenis obat yang berbeda tergantung dari dosisnya.

Maka dari itu, setiap kali saya ditanya sakit apa, saya hanya menjawab: limfoma. Agak canggung untuk menyatakan bahwa saya sakit kanker (meski memang begitulah adanya). Lebih canggung lagi kalau saya menjawab: limfoma hodgkin subtipe nodular sclerosing. Bisa-bisa, sang penanya menganggap saya alien yang komat-kamit tidak jelas. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa melancarkan satu jurus: cepat-cepat kabur.

Jadi, mau apa pun jenis penyakitnya, segera tangani penyakit sebelum semakin parah. Jangan takut dengan kanker. Semakin cepat penanganannya, semakin tinggi pula kesempatan untuk sembuh 100%. Penanganan kanker cukup bervariasi, akan tetapi beberapa yang paling umum ialah operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Yuk baca artikel di sini untuk tahu lebih dalam tentang penanganan kanker.

About Me

Gadis kelahiran 2000 yang menjadi cancer survivor sejak usia 17 tahun. Karena tak tahu hingga kapan akan bertahan, ia pun mulai meninggalkan jejak-jejak berupa tulisan. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

What’s in My Blog?

Day by Day

Member of:

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sesungguhnya, Pengobatan Belum Selesai …. | Vivi Yunika - […] mengikuti perkembangan perjalanan kanker saya, tentu sobat tahu bahwa saya merupakan pejuang kanker limfoma hodgkin. Saya sempat menjalani pengobatan…
  2. Aku Terkena Virus! Seperti Azab di Sinetron Naga Terbang - Vivi Yunika - […] seseorang yang pernah terkena limfoma (kanker sel darah putih), dulu kadar leukositku di atas normal (karena si sel kanker…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *