-As long as you’re still breathing, what’s the matter?-

Menu

Home

Contact

My Journey

Achievements

Obat Limfoma Hodgkin

Feb 25, 2020 | Health

Limfoma merupakan istilah umum untuk kanker darah. Kanker ini bermula pada sistem limfatik di tubuh yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Limfoma sendiri dibagi menjadi 2, yakni limfoma hodgkin (90% penderita) dan limfoma non-hodgkin (10% penderita).

Gejala limfoma sendiri dapat berupa pembesaran kelenjar getah bening, batuk, sesak napas, demam, berkeringat di malam hari, sakit perut, penurunan berat badan, hingga sakit di area tubuh tertentu. Gejala ini berbeda-beda bagi setiap orang. Jika sobat ingin tahu lebih lanjut, bisa baca di sini.

Salah satu metode pengobatan kanker limfoma ini adalah dengan melakukan kemoterapi. Kemoterapi sendiri meruakan jenis pengobatan dengan cara memasukkan obat melalui pembuluh intravena di tubuh (seperti diinfus). Selain itu, ada juga kemoterapi oral yang prosedurnya berupa pemberian obat melalui makan atau minum.

Kemoterapi sendiri terbagi lagi menjadi berbagai jenis obat. Penggunaannya disesuaikan dengan kondisi tubuh, jenis penyakit, serta stadium kanker yang diidap pasien.

ABVD

Kombinasi ABVD terdiri dari 4 jenis obat, yakni doxorubicin (Adriamycin), bleomycin (Blenoxane), vinblastine (Velban), dan dacarbazine (DTIC-Dome). Umumnya, ABVD diberikan sebanyak 2 hingga 8 siklus, di mana masing-masing siklus terdiri dari dua kali kemoterapi. Jarak antarkemoterapi sekitar 2-4 minggu.

Hasil gambar untuk abvd

Saya sendiri pernah melakukan pengobatan menggunakan ABVD dengan rencana 8 siklus (total 16 kali kemoterapi) sebanyak 2 minggu sekali. Artinya, dibutuhkan waktu 8 bulan pengobatan hingga mencapai siklus terakhir.

Obat ABVD masuk dalam tingkatan yang lebih ringan dibandingkan obat lainnya (misalnya kombinasi obat ICE yang 5 kali lipat lebih kuat daripada ABVD). Meskipun begitu, doxorubicin termasuk salah satu obat kemoterapi terkuat yang pernah ditemukan.

BEACOPP

Kombinasi BEACOPP terdiri dari cukup banyak obat, antara lain :

  • Bleomycin
  • Etoposide
  • Doxorubicin (Adriamycin)
  • Cyclophosphamide
  • Vincristine (Oncovin)
  • Procarbazine
  • Prednisone (steroid)

Hasil gambar untuk beacopp

BEACOPP umumnya diberikan pada pasien limfoma stadium awal (IA, IB, atau II). Siklus BEACOPP diberikan hingga 8 siklus, dengan masing-masing jarak kemoterapi selama 3 minggu. Total pengobatan sekitar 6 bulan.

Obat procarbazine diberikan dalam bentuk kapsul, sementara prednisone diberikan dalam bentuk tablet. Keduanya berupa kemoterapi oral, dan untuk memasukkannya ke dalam tubuh harus ditelan bersama air dalam jumlah yang banyak.

Standford V

Kombinasi obat Standford V meliputi:

  • Mechlorethamine (Mustargen)
  • Doxorubicin (Adriamycin)
  • Vinblastine (Velban)
  • Vincristine (Oncovin)
  • Bleomycin (Blenoxane)
  • Etoposide (Etopophos, Toposar, VePesid, VP-16)
  • Prednisone (Rayos, Prednisone Intensol)

Hasil gambar untuk standford v

Kemoterapi obat Standford V berlangsung selama 8-12 minggu, tergantung dari stadium kanker. Biasanya, kemoterapi ini dipadukan dengan radioterapi selama 2-6 minggu pada bagian tubuh yang terdapat sel kanker.

 

ICE

Kemoterapi obat ICE biasa diberikan pada pasien yang relaps atau kambuh kembali. Saya sendiri awalnya kemoterapi menggunakan obat ABVD, akan tetapi kondisi saya memburuk usai kemoterapi keempat belas (dari total rencana 16 kali kemoterapi). Pada akhirnya, saya dikemoterapi lagi dengan obat baru yang lebih kuat, yaitu ICE.

ICE kadang dikombinasikan juga dengan obat rituximab sehingga penamaannya menjadi (R)-ICE. Obat-obat tersebut antara lain:

  • Rituximab (sebuah antibodi monoklonal)
  • Ifosfamide
  • Carboplatin
  • Etoposide

Kemoterapi ICE biasa dilakukan sebanyak 3 kali. Jarak kemoterapinya sekitar 3-4 minggu sekali. Biasanya, di akhir kemoterapi, akan diberikan obat dosis tinggi yang dilanjutkan dengan transplantasi stem cell.

Adcetris

Adcetris merupakan nama dagang dari obat brentuximab vedotin. Obat ini digunakan untuk pasien limfoma hodgkin yang relaps. Daya bunuh sel kankernya lebih tinggi dibandingkan kombinasi obat ICE. Umumnya, adcetris diberikan selama 30 menit melalui pembuluh intravena.

Hasil gambar untuk adcetris

About Me

Gadis kelahiran 2000 yang menjadi cancer survivor sejak usia 17 tahun. Karena tak tahu hingga kapan akan bertahan, ia pun mulai meninggalkan jejak-jejak berupa tulisan. Seluruh isi blog ini merupakan buah pikirannya.

What Are You Looking For?

What’s in My Blog?

Day by Day

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pengalaman Transplantasi Sumsum Tulang Part 1 (Pengambilan Stem Cell) - Vivi Yunika - […] Kemoterapi kedua pun akhirnya tiba. Setelah kemoterapi kedua, rencananya saya memang akan segera melakukan pengambilan stem cell. Tanggal 6…
  2. Sembuh dari Kanker Limfoma Hodgkin Setelah Berjuang Tiga Tahun - Vivi Yunika - […] saya sudah menjalani belasan kali kemoterapi dengan obat khusus kanker limfoma hodgkin. Terhitung telah 14 kali saya diberi kemoterapi…
  3. Efek Kemoterapi: Botak! [Part 2] - Vivi Yunika - […] Saya sendiri, usai belasan kali kemoterapi menggunakan obat ABVD, ternyata tidak kunjung sembuh. Kondisi saya malah semakin memburuk (teman-teman…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *