Perbanyak Konten Lokal di Dunia Digital, Bekal Guna Meningkatkan Intelektual
Indonesia adalah negara yang besar, kita tentu tahu itu. Akan tetapi, sayangnya, ternyata mayoritas dari kita hanya menjadi konsumen konten, bukan produsen. Konten lokal saat ini memang cukup banyak, tetapi masih kalah banyak jika dibandingkan konten luar negeri. Selain itu, mencari konten lokal yang berkualitas tentu lebih sulit lagi. Apa artinya kuantitas berlimpah, akan tetapi kontennya tak bermutu?
Membaca Jadi Kegiatan Favorit dengan Aplikasi Let’s Read
Masih teringat di benak saya dulu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, saya selalu menanti hari beranjak sore. Jika sore telah tiba, keluarga saya serombongan—minus ayah saya—berjalan kaki ke taman bacaan terdekat yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Kami pun sibuk mencari buku baru untuk dibaca.
Jadilah Pelopor Ekspor, Mari Bersinergi Agar Produk Lokal Unjuk Gigi
Sungguh kecil dirinya, tetapi begitu besar dampak yang dapat ia timbulkan. Sungguh abai orang-orang pada awalnya, tetapi kini semua menjaga diri agar tak bertemu dirinya. Betapa dahsyatnya ia, bisa melanglang buana ke seluruh penjuru dunia. Siapakah dirinya? Saya kira, kalian semua pasti bisa menerka.
Ubah Insecure Jadi Rasa Syukur, Hidup Tak Lagi Redup
“Kamu terkena kanker. Jenis kanker darah limfoma stadium lanjut. Kamu harus kemoterapi sebanyak 8 siklus. Satu siklus terdiri dari dua kali kemoterapi, jadi total kamu akan menjalani 16 kali kemoterapi.” Kira-kira seperti itu penjelasan wanita paruh baya berjas putih yang tengah duduk di hadapanku kala itu.
BebasBayar, Aplikasi Transfer Uang Teranyar yang Anti-Ambyar
“Vi, jangan lupa kirimin Abang sama Kakak uang saku bulanan! Udah mau tanggal 20, cepat bayar air! Kalau telat, nanti didenda! Token listrik toko udah mau habis, kamu beli, gih!” Beberapa kalimat tersebut hanya tiga dari sekian banyak perintah yang kerap dilontarkan oleh baginda ratu alias ibu saya tercinta.
Semenjak Ngemil Bijak, Tubuh Sehat Dompet pun Hemat
Masih teringat bertahun-tahun lalu, saat SD dulu masih zamannya tukar-menukar buku biodata dengan teman, saya selalu mengisi bagian hobi dengan kata: ngemil. Ya, sejak dulu, saya memang suka ngemil. Namanya anak-anak, apalagi kalau berada di sekolah tanpa kontrol orang tua, tentu saja bebas untuk membeli makanan yang diinginkan.